Penyair Syahdan Agogo
Di kedai kopi buta Puk Minah, para seniman Kota S berkumpul di malam hari. Satu-satunya angkatan lama yang tersisa adalah penyair 68 tahun, Syahdan Agogo. Di tengah obrolan kacau balau tentang seni, politik, hingga nasib pelukis Sadrah Kuncir, Syahdan sibuk membayangkan namanya disebut sebagai pemenang Nobel Sastra.


