Cerpen

Cerpen

Birabirabirabirabi

Di Warmindo Mang Asep, tiga sahabat berkumpul membawa kemelut batin masing-masing. Muqor sibuk dengan komputernya, Falendra menutupi luka lamaran yang ditolak, dan Ardi sengaja memancing emosi mereka. Di tengah perang batin dan saling sindir yang memanas, kedatangan Nasir membawa kejutan tak terduga berupa tiga undangan pernikahan yang membungkam mereka seketika.

Birabirabirabirabi Selengkapnya

Cerpen

Pagi Biasanya

“Pagi Biasanya” mengisahkan kehidupan damai seorang ibu yang hancur seketika pada suatu pagi di bulan Oktober. Tragedi berdarah merenggut suami dan mertuanya akibat tuduhan keji. Ia terpaksa menanggung siksaan, pelecehan, dan stigma seumur hidup demi melindungi sang anak, menyisakan trauma mendalam yang tak lekang oleh waktu.

Pagi Biasanya Selengkapnya

Cerpen

Tuan Bangau

Kehadiran Tuan Bangau membawa angin segar dan menjadikannya pusat perhatian dalam rombongan sirkus. Namun, kesuksesan tersebut memicu kecemburuan mendalam dari penampil lainnya, yaitu Bardim. Saat sang bos memutuskan menjadikannya maskot utama sirkus , sebuah tragedi pembunuhan yang kelam pun terjadi menjelang keberangkatan mereka.

Tuan Bangau Selengkapnya

Cerpen

Halte

“Aku seharusnya tahu kalau sore itu dia sudah mati, ketika kami duduk di halte depan rumah sakit umum.” Dalam keheningan yang ganjil, perempuan itu membicarakan kematiannya sendiri. Ia ingin menghilang menjadi gosip, sebuah rahasia kelam yang berujung tragis di dasar sungai.

Halte Selengkapnya

Cerpen

Kentaur

Dalam kemeriahan festival Tabot di Bumi Raflessia , seorang seniman menyimpan dendam kelam. Ia menyembunyikan mayat korbannya di dalam patung kentaur yang diarak oleh warga. Saat perayaan mencapai puncaknya di Karabela , sebuah insiden mengungkap rahasia mengerikan di balik karya seni tersebut, yang berujung tragis.

Kentaur Selengkapnya

Cerpen

Beruk Ujang Cigun

Setelah beruk lamanya mati, Ujang Cigun membeli seekor beruk muda yang diberi nama Kiran. Beruk tersebut membantunya mencari nafkah dengan memetik kelapa. Namun, Kiran memiliki kebiasaan aneh yaitu mencemooh dan menyunggingkan pantat kepada orang-orang berseragam di pasar. Ulahnya itu akhirnya membuat Ujang Cigun ditangkap.

Beruk Ujang Cigun Selengkapnya

Cerpen

“Bunga Rawan”

Malam itu kau berjanji dalam hati akan membawa cengkeh dari kampungmu melewati batas yang mereka buat. Bersama Pak Ama, kau nekat berlayar menembus ketatnya patroli demi membarter bunga rawan. Namun, laut menyimpan rahasia kelam; mengungkap pengkhianatan di balik karung cengkeh yang sengaja ia tenggelamkan.

“Bunga Rawan” Selengkapnya

Cerpen

Truntum

Kala Ibu merobohkan rumah Simbah akibat utang Bapak yang gemar berjudi , aku menyimpan sebuah rahasia. Selembar kain batik bermotif truntum tanpa pemilik peninggalan Simbah menjadi saksi bisu hancurnya keluarga kami , sekaligus membawa pesan agar cinta kembali bersemi bak bintang di langit.

Truntum Selengkapnya

Scroll to Top