Cerpen

Cerpen

Pak Bari Masih Menunggu

Enam tahun berlalu, aku kembali untuk menemui Bari, sahabat masa kecil yang dulu seorang guru berdedikasi. Kini, ia berubah menjadi sosok asing penuh dendam. Di tepi pantai, ia setia menunggu dengan parang, terperangkap dalam tragedi kelam yang merenggut kewarasannya. Siapa sebenarnya yang ia tunggu?

Pak Bari Masih Menunggu Selengkapnya

Cerpen

Kawan Lama

Sebuah reuni ironis antara dua kawan lama. Dulu, mereka sama-sama berjuang sebagai penulis muda yang idealis di kampus. Kini nasib memisahkan: satu bertahan di jalan sunyi sastra, lainnya tergelincir di kursi empuk jabatan BUMN. Ketika janji masa lalu ditagih kembali, takdir justru mempertemukan mereka dalam situasi yang penuh getir di balik jeruji besi.

Kawan Lama Selengkapnya

Cerpen

Rahmad Kartolo

Menjelang usia 46 tahun, Rahmad Kartolo menyadari hidupnya tak pernah bahagia. Dari trauma masa kecil akibat ulah Marjili Samsuri hingga kegagalan cinta dengan Mira Marcela, ia pun nekat mendatangi orang pintar demi membelokkan garis takdir. Namun, apakah keajaiban benar-benar ada bagi si “Rahmad Kaki Tiga”?

Rahmad Kartolo Selengkapnya

Cerpen

Hari Menjelang Kematian

Pagi itu sunyi terasa berbeda saat Arsy menemani Ibu Raras yang duduk mematung di teras. Sang Ibu menceritakan mimpi ganjil tentang bayangan yang menjemput, sebuah isyarat perpisahan yang nyata. Dalam hening, Arsy menerima pesan terakhir untuk tetap hidup sebelum separuh dunianya benar-benar pergi selamanya.

Hari Menjelang Kematian Selengkapnya

Cerpen

Pertunjukan Menyapu Makam

Di tengah duka bencana Nagari Ulakan, kunjungan sang menteri justru berubah menjadi panggung sandiwara. Alih-alih mengurus korban, rombongan pejabat sibuk berakting menyapu makam Syekh Burhanuddin demi konten kamera. Cerpen ini adalah satire tajam tentang ironi “pencitraan” yang menutupi empati di tengah tragedi.

Pertunjukan Menyapu Makam Selengkapnya

Cerpen

Sebentang Bayang-Bayang

Keindahan danau itu hanyalah ilusi dari kejauhan. Di balik air biru yang memukau, tersimpan bau busuk, kemunafikan, dan konflik warga yang pedih. Cerpen ini mengingatkan: jangan melihat terlalu dekat jika tak ingin kecewa. Nikmati saja bayang-bayang keindahannya dari jendela hotel agar fantasimu tak buyar.

Sebentang Bayang-Bayang Selengkapnya

Cerpen

Jono

“Namamu siapa?” tanya polisi. Jono menjawab cepat, “Maling, Pak, bukan PKI. Maksudnya, saya dituduh maling .” Ia terancam lima tahun penjara karena mengambil logam kuningan dari tempat sampah. Semula, Jono hanya ingin melihat pohon petai di pabrik lamanya. Sayang, harapannya pupus. Tubuhnya akhirnya tak bangun lagi di pagi hari.

Jono Selengkapnya

Cerpen

Kawan Lama

Lima menit sebelum panggilan itu datang, saya bertengkar hebat dengan istri karena saya pulang tidak membawa uang. Panggilan dari Iswan rasanya seperti berkah. Ia mengaku menemukan tas berisi uang Rp13 juta dan perhiasan, tanpa identitas. Iswan ingin saya berpura-pura menjadi pemilik tas itu. Saya takut terlibat kejahatan, tapi godaan uang besar itu terlalu kuat.

Kawan Lama Selengkapnya

Scroll to Top