Cerpen

Cerpen

Kompetensi Tanpa ‘N’

Selama puluhan tahun aku percaya diriku berada di pihak orang-orang yang berkompeten. Akulah yang berpikir sebelum bertindak, yang mempertimbangkan segala sesuatu. Namun saat berjalan menuju mobil, aku menyadari sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: Kompetensi ternyata tidak berhenti pada kemampuan, kompetensi juga soal keberanian untuk menggunakan kemampuan.

Kompetensi Tanpa ‘N’ Selengkapnya

Cerpen

Marionette

Setiap Kamis sore, anak-anak selalu menanti pertunjukan Marionette, si boneka tali penari yang dimainkan oleh seorang laki-laki tua misterius. Pantom sangat menyukai pertunjukan itu hingga rela menyisihkan uang jajannya. Namun, sebuah kenyataan kelam dan mengejutkan terungkap saat sang kakek tiada. Marionette ternyata bukanlah sebuah boneka, melainkan rahasia yang tragis.

Marionette Selengkapnya

Cerpen

Menatap Matahari

Demi menyelamatkan ketenangan batin istri dari ekspektasi keluarga besar, seorang suami nekat meninggalkan pekerjaannya. Bersama istri dan anak balitanya, ia menempuh perjalanan panjang menuju kota perantauan baru. Di rumah kontrakan yang sederhana, mereka menatap matahari pagi, merajut kembali harapan untuk membangun masa depan dan keluarga versi mereka sendiri.

Menatap Matahari Selengkapnya

Cerpen

Tolak Bala Anak Rawa

Kematian misterius yang terus menghantui Suku Anak Rawa sejak beroperasinya pabrik baru di hulu, memaksa warga untuk segera menggelar ritual sakral Tolak Bala. Di tengah ancaman kehancuran hutan suaka dan rentetan penderitaan, Bomoh Muda memimpin upacara penyembuhan. Namun, di puncak lantunan mantra, alam justru memberikan satu jawaban yang sangat mencekam.

Tolak Bala Anak Rawa Selengkapnya

Cerpen

R

Tari belajar menyesuaikan diri di kota. Di kampung, tubuh perempuan beradat tahu posisinya. Di dunia seni kontemporer, tubuhnya dituntut politis, terbuka, dan akademis. Namun, setiap penyesuaian terasa seperti menggerus kebebasannya. Ketika panggung seni akhirnya merampas segalanya, Tari memutuskan untuk mengembalikan tubuhnya menjadi properti yang tak lagi bisa dituntut siapa pun.

R Selengkapnya

Cerpen

Ibu Hendak ke Jakarta

Rumah dan seluruh usahaku habis dilalap api dalam semalam. Di tengah kehancuran tersebut, Ibu memaksa terbang ke Jakarta karena firasatnya mengatakan aku sedang tertimpa masalah. Aku berusaha keras menutupi semuanya agar ia tidak bersedih. Namun, rencana kedatangannya itu justru membawa sebuah petaka baru yang sama sekali tak sanggup aku bayangkan.

Ibu Hendak ke Jakarta Selengkapnya

Cerpen

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel

Amat, seorang mantan teknisi ponsel yang tengah sekarat, dijemput oleh sosok misterius bersayap untuk menelusuri kembali kenangan hidupnya di lorong-lorong sunyi Internasional Plaza Palembang. Melalui kilas balik lima gaji pertamanya, ia menemukan keikhlasan dan pertemuan mengharukan bersama mendiang istrinya, tepat sebelum embusan napas terakhirnya dan mal tertua itu pun berakhir.

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel Selengkapnya

Cerpen

Taman

Kepolosan seorang anak berpadu dengan duka yang tak terucap dalam cerpen “Taman” karya Anindita Buyung Pribadi. Ketika sang guru mengajaknya ke sebuah ‘taman’ tanpa ayunan, ia mengira orang-orang sedang menanam bunga dan doa. Sebuah kisah mengharukan tentang perpisahan, kepolosan, dan cinta kasih melalui kacamata murni anak-anak.

Taman Selengkapnya

Scroll to Top