Cerpen

Cerpen

Ibu Hendak ke Jakarta

Rumah dan seluruh usahaku habis dilalap api dalam semalam. Di tengah kehancuran tersebut, Ibu memaksa terbang ke Jakarta karena firasatnya mengatakan aku sedang tertimpa masalah. Aku berusaha keras menutupi semuanya agar ia tidak bersedih. Namun, rencana kedatangannya itu justru membawa sebuah petaka baru yang sama sekali tak sanggup aku bayangkan.

Ibu Hendak ke Jakarta Selengkapnya

Cerpen

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel

Amat, seorang mantan teknisi ponsel yang tengah sekarat, dijemput oleh sosok misterius bersayap untuk menelusuri kembali kenangan hidupnya di lorong-lorong sunyi Internasional Plaza Palembang. Melalui kilas balik lima gaji pertamanya, ia menemukan keikhlasan dan pertemuan mengharukan bersama mendiang istrinya, tepat sebelum embusan napas terakhirnya dan mal tertua itu pun berakhir.

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel Selengkapnya

Cerpen

Taman

Kepolosan seorang anak berpadu dengan duka yang tak terucap dalam cerpen “Taman” karya Anindita Buyung Pribadi. Ketika sang guru mengajaknya ke sebuah ‘taman’ tanpa ayunan, ia mengira orang-orang sedang menanam bunga dan doa. Sebuah kisah mengharukan tentang perpisahan, kepolosan, dan cinta kasih melalui kacamata murni anak-anak.

Taman Selengkapnya

Cerpen

Mewawancarai Almasih

Di masa depan yang canggih, jurnalis muda bernama Ang ditugaskan mewawancarai sosok misterius yang turun dari lorong cahaya di Timur Tengah. Sosok itu mengaku sebagai Almasih pembawa pesan kiamat. Ketidakpercayaan Ang seketika diuji ketika tanda akhir zaman yang mustahil benar-benar terjadi di depan matanya.

Mewawancarai Almasih Selengkapnya

Cerpen

Tanah Asal

Lima tahun lalu, Ibu pergi ke Tanah Asal. Kini giliranku menyusulnya. Berbekal tiket khusus, aku menaiki bus berselimut kabut di Terminal Kampung Rambutan pada pukul dua dini hari. Perjalanan sunyi menembus waktu yang membeku ini membawaku menuju satu pertanyaan: benarkah Ibu menungguku di sana?

Tanah Asal Selengkapnya

Cerpen

Kedai Teh Baba Hong

Di tengah keramaian Kedai Teh Baba Hong, terdapat satu kursi kayu antik yang diperuntukkan bagi tamu dengan niat khusus. Di sanalah sang tokoh utama memesan secangkir teh misterius untuk menghapus kenangan indahnya bersama Lana. Namun, benarkah melupakan masa lalu adalah jalan keluar terbaik, atau justru menguak rahasia kelam yang mematikan?

Kedai Teh Baba Hong Selengkapnya

Cerpen

Aroma Tubuh

Mudah saja bagi Miranda mengetahui isi pikiran laki-laki, cukup dengan menghidu aroma tubuh mereka. Aroma itu mencerminkan tabiat asli, entah manis seperti vanila atau sebusuk bangkai tikus. Karena trauma pada pengkhianatan ayahnya yang berbau menyengat, ia mengisap rokok demi menyamarkan aroma busuk pria sekaligus menolak paksaan ibunya untuk segera menikah.

Aroma Tubuh Selengkapnya

Cerpen

Hwan Mong

Seorang resi tua di Gunung Wilis merawat bayi ajaib berkepala harimau. Ia mewariskan segala ilmu kesaktian tingkat tinggi, dari terbang hingga memadamkan matahari. Namun, saat sang anak diutus turun gunung untuk membantu manusia, kepanikan massal terjadi karena sang resi menyadari satu kesalahan fatal: ia lupa mengajarinya berbicara.

Hwan Mong Selengkapnya

Cerpen

Pasar Kliwon

Pengalaman pertama Marla mengunjungi Pasar Kliwon berubah menjadi teror mengerikan. Di balik tirai hitam sebuah lorong sempit, ia tak lagi menemukan pedagang daging atau sayur, melainkan pasar ganjil yang memperjualbelikan wajah-wajah manusia. Jantungnya berdegup kencang saat melihat orang-orang menukar wajah asli mereka dengan wajah baru, menyisakan pemandangan darah belaka.

Pasar Kliwon Selengkapnya

Cerpen

Perjamuan Akbar

Dendam kesumat Taslan Koetjeer terhadap keluarga saudagar kaya Oei Tjie Sien berawal dari penghinaan memilukan di sebuah perjamuan akbar bertahun-tahun silam. Demi membalas dendam dan menghancurkan bisnis Oei Tiong Ham, Taslan mengutus mata-matanya, Rantamsari. Namun, ambisi gelap itu justru berujung pada pengkhianatan yang menghancurkan jiwanya sendiri.

Perjamuan Akbar Selengkapnya

Scroll to Top