Esai

Esai

The Voice of Hind Rajab, Docudrama yang Mengembalikan Suara Manusia ke Pusat Narasi

Melalui docudrama The Voice of Hind Rajab , sutradara Kaouther Ben Hania mengubah rekaman tragis seorang anak Palestina menjadi pengalaman sinematik yang mencekam. Alih-alih mengeksploitasi visual kekerasan , film ini membangun ketegangan dari ruang layanan darurat , menyoroti ketidakberdayaan sistem sekaligus mengembalikan suara manusia ke pusat narasi.

The Voice of Hind Rajab, Docudrama yang Mengembalikan Suara Manusia ke Pusat Narasi Selengkapnya

Esai

Sitor Sebagai Penyair

Esai “Sitor Sebagai Penyair” karya Saut Situmorang menelaah perjalanan kepenyairan Sitor Situmorang, sosok penting sastra Indonesia Angkatan 45. Melampaui pandangan kritikus tentang keterasingannya, esai ini menyoroti identitas hibrid pascakolonial Sitor, pergesekan budaya Batak dan Eropa, hingga akhirnya “Si Anak Hilang” berdamai dan kembali ke akar tradisinya di Danau Toba.

Sitor Sebagai Penyair Selengkapnya

Esai

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann

Membedah empat pertunjukan teater Sumatera Barat 2024-2025 melalui lensa dramaturgi pascadramatik Kai Tuchmann. Dari Sabai in Kaba hingga Indomiiii Rasa Rendang, Nasrul Azwar menganalisis bagaimana seniman lokal merespons estetika global tanpa kehilangan akar tradisi Minangkabau dalam lanskap seni pertunjukan kontemporer yang hibrid dan politis.

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann Selengkapnya

Esai

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta

Delapan tahun berdiri, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat dinilai berjalan tanpa peta jalan yang jelas dan kehilangan visi sebagai arsitek kebudayaan. Terjebak dalam rutinitas seremonial, ketergantungan dana pokir, dan infrastruktur yang mangkrak, ekosistem seni pun kehilangan arah. Simak kritik tajam Nasrul Azwar tentang urgensi evaluasi menyeluruh.

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta Selengkapnya

Scroll to Top