Pusaka Sastra

Pusaka Sastra

Sejarah Lokal sebagai Sumber Pengetahuan

Buku Republik Indonesia Propinsi Sumatera Tengah (1953) merupakan referensi sejarah lokal yang krusial bagi Sumatera Barat, Jambi, dan Riau. Dengan tebal 1198 halaman, karya ini mendokumentasikan perjuangan kemerdekaan, ekonomi, hingga kebudayaan secara kronologis. Penyusunannya yang masif melibatkan dokumen resmi dan arsip segar untuk memperkuat fondasi nasionalisme pascakemerdekaan.

Sejarah Lokal sebagai Sumber Pengetahuan Selengkapnya

Pusaka Sastra

Tambo Minangkabau

Buku Tambo Minangkabau karya Edwar Djamaris merupakan hasil riset filologi mendalam terhadap 47 naskah kuno dari berbagai negara. Melalui proses suntingan teks dan analisis struktur yang ketat, karya ini menjadi rujukan sahih untuk memahami sejarah, adat, dan nilai sosial budaya Minangkabau melalui sumber naskah yang paling autentik.

Tambo Minangkabau Selengkapnya

Pusaka Sastra

Peta Sejarah sebagai Sumber yang Interaktif dan Imajinatif

Artikel ini mengulas buku “Peta Sejarah Propinsi Sumatera Barat” (1986) sebagai sumber sejarah visual yang interaktif. Melalui 37 peta tematik, pembaca diajak membangun imajinasi tentang jejak kerajaan, jalur perdagangan emas, hingga tinggalan kolonial. Sebuah referensi penting yang menekankan perlunya pengembangan data spasial mutakhir untuk memperkaya narasi sejarah Indonesia.

Peta Sejarah sebagai Sumber yang Interaktif dan Imajinatif Selengkapnya

Pusaka Sastra

Sumatra Barat hingga Plakat Panjang: Sejarah dengan Nuansa Sastrawi

Buku “Sumatra Barat hingga Plakat Panjang” karya Rusli Amran menyajikan sejarah Minangkabau dengan gaya narasi interaktif yang memikat. Dari era kerajaan kuno, kedatangan bangsa Eropa, hingga masa peperangan dan pengkhianatan penjajah, buku ini meramu arsip sejarah menjadi kisah epik. Simak ulasan lengkap mengapa buku sejarah ini wajib dibaca!

Sumatra Barat hingga Plakat Panjang: Sejarah dengan Nuansa Sastrawi Selengkapnya

Pusaka Sastra

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah

Mengulik kisah Maisir Thaib dalam ‘Menempuh Tujuh Penjara’. Dari penulis roman propaganda Leider Mr. Semangat yang membuat Belanda gerah, hingga polemik Oestaz A. Masjoek. Sebuah autobiografi penting yang merekam jejak pergerakan, sejarah pendidikan, dan dinamika sosial-politik Sumatera Barat yang menyeret penulisnya ke balik jeruji Sukamiskin.

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah Selengkapnya

Pusaka Sastra

Batin Lima Penyair

Mengulas kembali antologi puisi “Batin Lima Penyair” terbitan Yayasan Taraju (1996). Buku ini merekam jejak kreatif lima penyair Sumatera Barat saat ajang Temu Penyair Abad 21. Setelah tiga dekade, bagaimana eksistensi mereka? Sebuah dokumentasi sastra daerah yang penting untuk dibaca ulang.

Batin Lima Penyair Selengkapnya

Scroll to Top