Ketika Meriam Prancis Menghantam Natal dan Tapanuli, Inggris Terusir dari Bengkulu, dan VOC Menangguk Untung Besar
Perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Prancis pada abad ke-18 turut merambat hingga ke pesisir barat Sumatra. Ketika armada Prancis berhasil menghancurkan benteng-benteng milik Inggris di Natal, Tapanuli, dan Bengkulu, VOC mengambil kesempatan. Dengan kedok netralitas, Belanda diam-diam memonopoli perdagangan lada lokal dan meraup keuntungan besar dari jatuhnya kekuasaan Inggris.











