Kolase

Ketika Meriam Prancis Menghantam Natal dan Tapanuli, Inggris Terusir dari Bengkulu, dan VOC Menangguk Untung Besar

Perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Prancis pada abad ke-18 turut merambat hingga ke pesisir barat Sumatra. Ketika armada Prancis berhasil menghancurkan benteng-benteng milik Inggris di Natal, Tapanuli, dan Bengkulu, VOC mengambil kesempatan. Dengan kedok netralitas, Belanda diam-diam memonopoli perdagangan lada lokal dan meraup keuntungan besar dari jatuhnya kekuasaan Inggris.

Ketika Meriam Prancis Menghantam Natal dan Tapanuli, Inggris Terusir dari Bengkulu, dan VOC Menangguk Untung Besar Selengkapnya

Liputan

Setelah Seabad, Membaca Kembali Asrul Sani Maestro Multi Panggung

Pameran seabad kelahiran Asrul Sani mengurai kembali jejak sang maestro dalam teater dan film Indonesia. Sebagai pendiri ATNI dan penerjemah puluhan naskah dunia, ia menanamkan fondasi keaktoran modern. Melalui karya monumental seperti Mahkamah, Asrul terus menguji batas hukum formal dan nurani kemanusiaan dalam kebudayaan nasional.

Setelah Seabad, Membaca Kembali Asrul Sani Maestro Multi Panggung Selengkapnya

Cerpen

Marionette

Setiap Kamis sore, anak-anak selalu menanti pertunjukan Marionette, si boneka tali penari yang dimainkan oleh seorang laki-laki tua misterius. Pantom sangat menyukai pertunjukan itu hingga rela menyisihkan uang jajannya. Namun, sebuah kenyataan kelam dan mengejutkan terungkap saat sang kakek tiada. Marionette ternyata bukanlah sebuah boneka, melainkan rahasia yang tragis.

Marionette Selengkapnya

Pusaka Sastra

Tiga Cerita Rakyat Minangkabau dalam Buku TUANKU LINTAU (Cerita Rakyat Minangkabau)

Buku Tuanku Lintau karya Musthafa Ibrahim menghadirkan tiga cerita rakyat Minangkabau yang kaya akan metafora dan nilai sejarah, yaitu Tuanku Lintau, Puti Andam Dewi, serta Harimau Agam. Melalui penulisan sastra yang memikat, ulasan ini menguraikan perjuangan pahlawan, kisah cinta yang mengharukan, hingga dinamika penyebaran Islam di Minangkabau.

Tiga Cerita Rakyat Minangkabau dalam Buku TUANKU LINTAU (Cerita Rakyat Minangkabau) Selengkapnya

Esai

Taufiq Ismail dan Horison: Yang Berdiri Kokoh Bersama Cita-Cita

Esai ini mengulas sejarah 60 tahun Majalah Horison, media sastra legendaris Indonesia yang lahir tanpa modal di masa transisi Orde Lama. Tulisan ini menyoroti peranan besar Taufiq Ismail, satu-satunya pendiri yang masih hidup, beserta dedikasinya yang tak pernah padam dalam menjaga eksistensi dan cita-cita kesusastraan di Tanah Air.

Taufiq Ismail dan Horison: Yang Berdiri Kokoh Bersama Cita-Cita Selengkapnya

Cerpen

Menatap Matahari

Demi menyelamatkan ketenangan batin istri dari ekspektasi keluarga besar, seorang suami nekat meninggalkan pekerjaannya. Bersama istri dan anak balitanya, ia menempuh perjalanan panjang menuju kota perantauan baru. Di rumah kontrakan yang sederhana, mereka menatap matahari pagi, merajut kembali harapan untuk membangun masa depan dan keluarga versi mereka sendiri.

Menatap Matahari Selengkapnya

Esai

Kita dan Revolusi Transhumanisme

Esai ini mengeksplorasi benturan antara ambisi transhumanisme yang berupaya melampaui batasan biologis manusia melalui teknologi cerdas, dengan nilai-nilai dasar humanisme. Di tengah ancaman kesenjangan baru dan dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia, etika humanis sangat penting untuk memastikan kemajuan teknologi masa depan tidak mengorbankan esensi kemanusiaan kita.

Kita dan Revolusi Transhumanisme Selengkapnya

Scroll to Top