Liputan

Spektakel Lidah Gen Z di Medan: Memahami Rempah dengan Pendekatan Performatif

Acara Spektakel Lidah Gen Z di Medan mengajak generasi muda keluar dari amnesia sejarah dengan memaknai kembali kekayaan rempah Nusantara. Melalui lokakarya proses kreatif bersama S. Metron Masdison dan pendekatan performatif digital gagasan Annisa Rengganis, rempah tidak lagi sekadar bumbu dapur, melainkan sumber inspirasi karya seni dan identitas budaya modern.

Spektakel Lidah Gen Z di Medan: Memahami Rempah dengan Pendekatan Performatif Selengkapnya

Esai

Jawaban Polemik Royyan Julian dan Nirwan Dewanto: Melacak Jejak atau Memetakan Daya Gerak?

Esai ini menengahi polemik antara Royyan Julian dan Nirwan Dewanto terkait jejak pengaruh dalam puisi Indonesia. Ranang Aji SP menawarkan metode DaGer (Daya Gerak) sebagai jalan tengah, menggeser fokus dari sekadar melacak silsilah penyair menuju pemetaan distribusi energi dan perubahan unsur dominan dalam teks sastra.

Jawaban Polemik Royyan Julian dan Nirwan Dewanto: Melacak Jejak atau Memetakan Daya Gerak? Selengkapnya

Cerpen

Pagi Biasanya

“Pagi Biasanya” mengisahkan kehidupan damai seorang ibu yang hancur seketika pada suatu pagi di bulan Oktober. Tragedi berdarah merenggut suami dan mertuanya akibat tuduhan keji. Ia terpaksa menanggung siksaan, pelecehan, dan stigma seumur hidup demi melindungi sang anak, menyisakan trauma mendalam yang tak lekang oleh waktu.

Pagi Biasanya Selengkapnya

Liputan

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai

Artikel ini mengenang kisah heroik Aman Laulau, seorang sikerei terkemuka dari Butui, Kepulauan Mentawai. Pada era 1980-an, ia dengan berani melawan diskriminasi dan upaya pemberangusan budaya lokal, Arat Sabulungan, oleh aparat. Bersama fotografer Charles Lindsay, ia berhasil menemui Gubernur Sumatera Barat untuk menghentikan pelarangan tersebut dan menyelamatkan warisan budaya leluhurnya.

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai Selengkapnya

Esai

Suara dari Surau Digital: Menakar Warisan Intelektual Yus Datuak Parpatiah

Berpulangnya Yus Datuak Parpatiah menandai akhir sebuah era di panggung seni tutur Minangkabau. Beliau adalah arsitek kebudayaan yang sukses menjembatani tradisi lisan kuno dengan modernitas media digital. Melalui karya audionya, beliau mengemas wejangan moral menjadi renungan harian yang mendalam, sekaligus menjaga teguh identitas kultural masyarakat Minangkabau.

Suara dari Surau Digital: Menakar Warisan Intelektual Yus Datuak Parpatiah Selengkapnya

Cerpen

Tuan Bangau

Kehadiran Tuan Bangau membawa angin segar dan menjadikannya pusat perhatian dalam rombongan sirkus. Namun, kesuksesan tersebut memicu kecemburuan mendalam dari penampil lainnya, yaitu Bardim. Saat sang bos memutuskan menjadikannya maskot utama sirkus , sebuah tragedi pembunuhan yang kelam pun terjadi menjelang keberangkatan mereka.

Tuan Bangau Selengkapnya

Liputan

Jalan yang Selalu Lapar

Catatan perjalanan ini merekam realitas pahit masyarakat adat Talang Mamak di Riau yang terdesak oleh masifnya ekspansi perkebunan kelapa sawit. Hutan ulayat dan sungai sumber kehidupan mereka kini perlahan lenyap, berganti menjadi hamparan sawit dan infrastruktur semu yang justru menyengsarakan kehidupan serta mengancam tradisi leluhur mereka.

Jalan yang Selalu Lapar Selengkapnya

Esai

Yang Tak Disorot dari Buku Saku Massal

Esai ini mengkritik gagasan Donny Syofyan bahwa buku saku massal adalah solusi mahalnya buku non-fiksi. Penulis menyoroti absennya peran negara terkait pajak dan mahalnya bahan baku yang membebani penerbit serta penulis. Lebih jauh, penulis menegaskan bahwa aksesibilitas sejati harus inklusif bagi penyandang disabilitas melalui buku digital, bukan sekadar fisik murah.

Yang Tak Disorot dari Buku Saku Massal Selengkapnya

Cerpen

Halte

“Aku seharusnya tahu kalau sore itu dia sudah mati, ketika kami duduk di halte depan rumah sakit umum.” Dalam keheningan yang ganjil, perempuan itu membicarakan kematiannya sendiri. Ia ingin menghilang menjadi gosip, sebuah rahasia kelam yang berujung tragis di dasar sungai.

Halte Selengkapnya

Scroll to Top