Truntum
Kala Ibu merobohkan rumah Simbah akibat utang Bapak yang gemar berjudi , aku menyimpan sebuah rahasia. Selembar kain batik bermotif truntum tanpa pemilik peninggalan Simbah menjadi saksi bisu hancurnya keluarga kami , sekaligus membawa pesan agar cinta kembali bersemi bak bintang di langit.











