Tanah Asal
Lima tahun lalu, Ibu pergi ke Tanah Asal. Kini giliranku menyusulnya. Berbekal tiket khusus, aku menaiki bus berselimut kabut di Terminal Kampung Rambutan pada pukul dua dini hari. Perjalanan sunyi menembus waktu yang membeku ini membawaku menuju satu pertanyaan: benarkah Ibu menungguku di sana?











