Esai

Dari Homer ke Virginia Woolf

Anne Carson menolak batas-batas genre sastra. Puisinya bergerak di antara esai, mitos Yunani, terjemahan, dan kisah kehilangan yang intim. Melalui *Autobiography of Red* dan *Nox*, Haris Vlavianos menelusuri keberanian Carson merombak tradisi klasik, sekaligus mengenang pertemanan mereka dan cara sang penyair menghidupkan kembali teks-teks kuno bagi pembaca sastra masa kini.

Dari Homer ke Virginia Woolf Selengkapnya

Cerpen

Sebuah Pantai

Malam ketika Malik meninggalkan kampungnya di Rakhine, ia terpaksa mengarungi ganasnya lautan demi sebuah harapan hidup. Di tengah badai dahsyat yang menghancurkan kapalnya, remaja enam belas tahun itu bertahan di atas papan kayu berbekal tasbih ayahnya, hingga akhirnya terdampar dan menemukan keselamatan di sebuah pantai asing yang hangat.

Sebuah Pantai Selengkapnya

Liputan

Catatan Dewan Juri PPF 2026: Puisi Kehilangan Kejernihan

Catatan dewan juri Payakumbuh Poetry Festival (PPF) 2026 menyoroti dinamika perpuisian Indonesia mutakhir yang kerap kehilangan kejernihan dan terjebak dalam pola peniruan. Dari 90 naskah yang diseleksi ketat secara buta, dewan juri mengumumkan lima manuskrip terbaik yang berhak mengikuti program mentoring profesional demi menghasilkan karya berkualitas.

Catatan Dewan Juri PPF 2026: Puisi Kehilangan Kejernihan Selengkapnya

Liputan

Abstraksi dan Harmoni Global dalam Karya Patung

Pameran internasional The Arby Samah International Sculpture Residency and Exhibition di Taman Budaya Sumatra Barat menampilkan puluhan karya patung abstrak dari seniman mancanegara dan lokal. Acara ini mengenang maestro Arby Samah sekaligus menghidupkan kembali ekosistem seni patung melalui eksplorasi material kayu dan batu yang sarat makna.

Abstraksi dan Harmoni Global dalam Karya Patung Selengkapnya

Cerpen

Eksekusi Setelah Hujan

Pagi itu, seorang pejuang menembak mati seorang tawanan perang tanpa ragu di tepi sungai yang keruh. Namun, penemuan sebuah foto di saku korban mengungkap kenyataan yang menghancurkan ketika ibunya menyatakan bahwa pria yang baru saja ia eksekusi adalah kakak kandungnya sendiri. Sebuah kisah tragis tentang perang dan keluarga.

Eksekusi Setelah Hujan Selengkapnya

Liputan

Diskusi Cagak Sastra: Upaya Menjaga Ingatan dan Keheningan Pikiran

Kegiatan Cagak Sastra yang diselenggarakan Yayasan Cagak Inti Kultura sukses menghidupkan kembali regenerasi pembaca sastra. Acara ini menghadirkan bedah buku bernuansa identitas, orasi melawan distraksi digital bersama Gus tf, hingga diskusi sastra zaman perang. Seluruh rangkaian acara menjadi ruang penting untuk merawat ingatan, empati, dan keheningan pikiran masyarakat masa kini.

Diskusi Cagak Sastra: Upaya Menjaga Ingatan dan Keheningan Pikiran Selengkapnya

Esai

AI dan Krisis Pengarang: Mampukah Budaya Literer Bertahan di Era Kecerdasan Mesin?

Ketika AI mampu menghasilkan tulisan, apa yang tersisa dari peran pengarang? Anchit Sathi menelaah hubungan antara proses kreatif, nama penulis, dan tanggung jawab melalui pemikiran Barthes dan Foucault. Esai ini mempertanyakan bagaimana budaya literer dapat bertahan ketika teks semakin mudah diproduksi, sementara keterlibatan pikiran manusia di baliknya semakin sulit dikenali.

AI dan Krisis Pengarang: Mampukah Budaya Literer Bertahan di Era Kecerdasan Mesin? Selengkapnya

Kolase

Pejabat Tinggi VOC Korupsi, Dicambuk dan Dirantai di Depan Umum, Dibuang Jauh ke Afrika

Karier gemilang Coenraet Fredrik Hofman, Komandan VOC Pantai Barat Sumatra, harus berakhir tragis akibat skandal korupsi besar-besaran. Setelah terbukti menyelewengkan dana perusahaan dan bersekongkol dengan bawahan serta istrinya, ia dipecat, dicambuk, dan dibuang ke Tanjung Harapan di Afrika untuk menjalani hukuman kerja paksa selama 15 tahun pada usia senjanya.

Pejabat Tinggi VOC Korupsi, Dicambuk dan Dirantai di Depan Umum, Dibuang Jauh ke Afrika Selengkapnya

Scroll to Top