R
Tari belajar menyesuaikan diri di kota. Di kampung, tubuh perempuan beradat tahu posisinya. Di dunia seni kontemporer, tubuhnya dituntut politis, terbuka, dan akademis. Namun, setiap penyesuaian terasa seperti menggerus kebebasannya. Ketika panggung seni akhirnya merampas segalanya, Tari memutuskan untuk mengembalikan tubuhnya menjadi properti yang tak lagi bisa dituntut siapa pun.











