Pusaka Sastra

Bank Nasional: Bank Kebanggaan Sumatra Barat

Buku “Peringatan 50 Tahun Bank Nasional” mengungkap sejarah heroik lembaga perbankan pertama hasil swadaya pengusaha Minangkabau sejak 1930. Sebagai “Bank Perjuangan”, peranannya vital dalam mendanai kemerdekaan dan ekonomi lokal. Karya ini mendokumentasikan biografi sepuluh tokoh pendirinya, kliping berita sejarah, serta kontribusi besar masyarakat Sumatra Barat bagi kedaulatan bangsa Indonesia.

Bank Nasional: Bank Kebanggaan Sumatra Barat Selengkapnya

Sketsa

“Bermanfaat, Tidak?”: Pak Desa Pemburu Validasi

Sketsa ini menceritakan sosok Pak Desa, mantan tentara yang terobsesi pada validasi. Melalui pertanyaan retoris “Bermanfaat, tidak?”, ia memaksakan pengakuan atas kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Dari anggaran yang dipangkas hingga transparansi yang kabur, Pak Desa tidak mencari jawaban, melainkan konfirmasi diri. Sebuah potret satir tentang kepemimpinan yang sibuk memuji diri sendiri.

“Bermanfaat, Tidak?”: Pak Desa Pemburu Validasi Selengkapnya

Esai

Menjelajah Heboh Sastra 1968 Lewat Nazwar Sjamsu

Esai ini mengulas kontroversi “Heboh Sastra 1968” melalui perspektif Nazwar Sjamsu yang mengkritik keras pembelaan H.B. Jassin atas cerpen “Langit Makin Mendung”. Penulis membedah perbenturan antara imajinasi sastra dan kenyataan objektif agama, mengungkap ketegangan yang belum usai mengenai batas-batas penggambaran zat suci dalam karya kreatif di Indonesia.

Menjelajah Heboh Sastra 1968 Lewat Nazwar Sjamsu Selengkapnya

Cerpen

Eden Prime: Eden Versi Premium

Bertahun-tahun Edo, seorang penyapu jalan di pemakaman mewah Eden Prime, menabung dan berikrar untuk memakamkan bapaknya di sana. Baginya, sang bapak adalah pahlawan yang pantas mendapat penghormatan tertinggi. Namun, kenyataan pahit tentang kasta dan kerasnya hidup memaksanya mengubur impian tersebut bersamaan dengan kepergian sang ayah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Eden Prime: Eden Versi Premium Selengkapnya

Pusaka Sastra

Catatan Diplomasi Kebudayaan antara Minangkabau dan Negeri Sembilan

Buku karya M. Rasjid Manggis Dt. Radjo Penghoeloe ini mendokumentasikan misi Muhibbah Kebudayaan 1968 ke Malaysia. Tulisan ini mengupas tuntas keterikatan sejarah, sistem adat, dan diplomasi kebudayaan antara Minangkabau dan Negeri Sembilan. Sebuah referensi penting untuk memahami akar budaya serumpun serta pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi dan pendidikan di masa depan.

Catatan Diplomasi Kebudayaan antara Minangkabau dan Negeri Sembilan Selengkapnya

Esai

Obituari Iyut Fitra: Puisi Sebagai Salam

Mengenang Iyut Fitra, sosok penyair bersahaja dari Payakumbuh yang menjadikan puisi sebagai ruang silaturahmi dan penggerak komunitas seni. Melalui obituari ini, Heru Joni Putra membagikan kisah perjalanannya belajar menulis bersama Kuyut, kiprahnya di Komunitas Intro, hingga warisan abadi sang penyair dalam menghubungkan manusia, kota, dan sastra tanpa batas.

Obituari Iyut Fitra: Puisi Sebagai Salam Selengkapnya

Liputan

Merangkum Nada, Kata, Rasa, dan Wajah di Galeri Antik Medan

Berawal dari semangat Literacy Coffee, Galeri Antik Medan kini hadir di Jalan HM. Joni sebagai oase kreatif warga Medan. Dikelola oleh Jhon beserta Lusi, tempat ini bukan sekadar toko buku alternatif bersistem sewa, melainkan juga surga koleksi ribuan kaset, kedai kopi, dan ruang berekspresi bagi para pencinta ragam karya seni.

Merangkum Nada, Kata, Rasa, dan Wajah di Galeri Antik Medan Selengkapnya

Esai

Almarhum di Atas Kuburan

Esai “Almarhum di Atas Kuburan” karya Raudal Tanjung Banua mengulas buku puisi Zikri, “Wifi di Atas Kuburan”. Melalui strategi desakralisasi dan deprofanisasi, Zikri memadukan kesucian tradisi dengan riuhnya era digital dan kultur urban. Puisi-puisinya menghadirkan satir jenaka kritis yang menantang kemapanan teks sakral lewat parodi budaya pop pascamodern.

Almarhum di Atas Kuburan Selengkapnya

Cerpen

Badshah

Badshah adalah bayi buangan yang sempat membawa kehangatan bagi keluarga Tuan dan Minatun. Namun, kematian Minatun mengubah segalanya. Dikuasai duka mendalam dan rasa kehilangan, sang Tuan menghukum Badshah dalam keheningan, menjadikannya pelayan yang sangat patuh. Kepatuhan mutlak anak itu justru menjadi cermin batin yang terus mengutuknya dalam kesunyian rumah tersebut.

Badshah Selengkapnya

Scroll to Top