Pusaka Sastra

Sejarah Polisi Wilayah Sumatera Barat pada Masa Perang Kemerdekaan

Artikel ini mengulas buku sejarah Perjuangan Polri di Sumatera Barat 1945-1949 yang mendokumentasikan peran vital kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak berdiri pada 21 Agustus 1945, aparat kepolisian di Sumatra Barat aktif menyebarluaskan berita proklamasi, menjaga stabilitas wilayah, hingga bertempur di garis depan melawan agresi militer Belanda demi kedaulatan bangsa.

Sejarah Polisi Wilayah Sumatera Barat pada Masa Perang Kemerdekaan Selengkapnya

Liputan

Si Bunian Palembayan: Menari untuk Hutan yang Tak Lagi Ada

Pertunjukan tari kontemporer “Si Bunian Palembayan” karya Joni Andra mengangkat isu kerusakan lingkungan dan alih fungsi hutan menjadi kebun sawit di Palembayan, Agam. Karya ini menafsirkan ulang mitos Urang Bunian sebagai penjaga kelestarian rimba, sekaligus kritik tajam atas bencana alam serta pengingat bagi manusia untuk kembali menjaga keseimbangan harmoni alam.

Si Bunian Palembayan: Menari untuk Hutan yang Tak Lagi Ada Selengkapnya

Esai

Pasan Buruang, Petatah Kaca, Alam Takambang Jadi Batu

Esai ini menyoroti krisis ekologis di Sumatra Barat akibat eksploitasi alam dan perizinan tambang yang mengabaikan hukum adat. Falsafah Minangkabau “alam takambang jadi guru” kini sekadar pajangan kaca. Terputusnya relasi manusia dengan alam tidak hanya melahirkan bencana banjir dan galodo bertubi-tubi, tetapi juga mengubur kebudayaan itu sendiri.

Pasan Buruang, Petatah Kaca, Alam Takambang Jadi Batu Selengkapnya

Cerpen

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel

Amat, seorang mantan teknisi ponsel yang tengah sekarat, dijemput oleh sosok misterius bersayap untuk menelusuri kembali kenangan hidupnya di lorong-lorong sunyi Internasional Plaza Palembang. Melalui kilas balik lima gaji pertamanya, ia menemukan keikhlasan dan pertemuan mengharukan bersama mendiang istrinya, tepat sebelum embusan napas terakhirnya dan mal tertua itu pun berakhir.

Gaji Kelima si Teknisi Ponsel Selengkapnya

Liputan

Manapak Jajak, Membaca Kesenirupaan Minangkabau Kontemporer

Pameran seni “Manapak Jajak” oleh Tambo Art Center di Yogyakarta bukan sekadar etalase visual, melainkan ruang dialog kebudayaan. Melalui kacamata komposer Nurkholis, artikel ini mengupas bagaimana perupa kontemporer Minangkabau memaknai ulang tradisi marantau sebagai pijakan untuk terus tumbuh dan melahirkan jejak baru dalam ekosistem seni Nusantara.

Manapak Jajak, Membaca Kesenirupaan Minangkabau Kontemporer Selengkapnya

Esai

Bukan Gonjong yang Menjadikannya Rumah Gadang

Esai ini mengulas esensi rumah gadang yang kerap salah dipahami hanya dari bentuk fisik atap gonjongnya. Bimbi Irawan menegaskan bahwa identitas sejati rumah gadang tidak ditentukan oleh arsitektur semata, melainkan oleh fungsi sosial, budaya, dan cerminan sistem kekerabatan matrilineal yang melandasi seluruh kehidupan masyarakat adat Minangkabau secara utuh dan mendalam.

Bukan Gonjong yang Menjadikannya Rumah Gadang Selengkapnya

Cerpen

Taman

Kepolosan seorang anak berpadu dengan duka yang tak terucap dalam cerpen “Taman” karya Anindita Buyung Pribadi. Ketika sang guru mengajaknya ke sebuah ‘taman’ tanpa ayunan, ia mengira orang-orang sedang menanam bunga dan doa. Sebuah kisah mengharukan tentang perpisahan, kepolosan, dan cinta kasih melalui kacamata murni anak-anak.

Taman Selengkapnya

Esai

Meja Makan Mikir-Mikir: Melihat Jejak Revolusi pada Panci, Kuali dan Telepon Pintar

Esai ini mengulas pertunjukan “Meja Makan Mikir-Mikir” oleh Medan Teater. Melalui simbol panci, kuali, dan telepon pintar, penulis merefleksikan sejarah peradaban manusia—dari revolusi pertanian hingga era digital—serta mengkritisi dampaknya terhadap krisis ekologi, pergeseran budaya pangan, dan hilangnya makna dalam kehidupan sehari-hari.

Meja Makan Mikir-Mikir: Melihat Jejak Revolusi pada Panci, Kuali dan Telepon Pintar Selengkapnya

Cerpen

Mewawancarai Almasih

Di masa depan yang canggih, jurnalis muda bernama Ang ditugaskan mewawancarai sosok misterius yang turun dari lorong cahaya di Timur Tengah. Sosok itu mengaku sebagai Almasih pembawa pesan kiamat. Ketidakpercayaan Ang seketika diuji ketika tanda akhir zaman yang mustahil benar-benar terjadi di depan matanya.

Mewawancarai Almasih Selengkapnya

Scroll to Top