Cerpen

Pak Bari Masih Menunggu

Enam tahun berlalu, aku kembali untuk menemui Bari, sahabat masa kecil yang dulu seorang guru berdedikasi. Kini, ia berubah menjadi sosok asing penuh dendam. Di tepi pantai, ia setia menunggu dengan parang, terperangkap dalam tragedi kelam yang merenggut kewarasannya. Siapa sebenarnya yang ia tunggu?

Pak Bari Masih Menunggu Selengkapnya

Pusaka Sastra

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah

Mengulik kisah Maisir Thaib dalam ‘Menempuh Tujuh Penjara’. Dari penulis roman propaganda Leider Mr. Semangat yang membuat Belanda gerah, hingga polemik Oestaz A. Masjoek. Sebuah autobiografi penting yang merekam jejak pergerakan, sejarah pendidikan, dan dinamika sosial-politik Sumatera Barat yang menyeret penulisnya ke balik jeruji Sukamiskin.

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah Selengkapnya

Sketsa

Dua Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita

Hantu-Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita mengeksplorasi dua mitos urban: hantu minta sedekah dan pemburu kepala. Lebih dari sekadar cerita petakut, sosok ini merupakan personifikasi ketegangan ekonomi, kegagalan negara, serta trauma sejarah kelam pembangunan yang tersimpan dalam alam bawah sadar kolektif masyarakat yang hidup dalam himpitan beban sosial.

Dua Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita Selengkapnya

Liputan

Out of the Boox di Padang: Merayakan dan Memaknai Minat Beli Pecinta Buku

Out of the Boox kembali mengguncang Fabriek Padang dengan ribuan koleksi buku, menarik minat tinggi dari keluarga muda hingga Gen Z. Lebih dari sekadar berburu diskon, event ini menjadi momen krusial bagi orang tua untuk menanamkan nilai literasi dan membangun “Home Library Culture” bagi anak-anak di era digital.

Out of the Boox di Padang: Merayakan dan Memaknai Minat Beli Pecinta Buku Selengkapnya

Cerpen

Kawan Lama

Sebuah reuni ironis antara dua kawan lama. Dulu, mereka sama-sama berjuang sebagai penulis muda yang idealis di kampus. Kini nasib memisahkan: satu bertahan di jalan sunyi sastra, lainnya tergelincir di kursi empuk jabatan BUMN. Ketika janji masa lalu ditagih kembali, takdir justru mempertemukan mereka dalam situasi yang penuh getir di balik jeruji besi.

Kawan Lama Selengkapnya

Scroll to Top