Liputan

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai

Artikel ini mengenang kisah heroik Aman Laulau, seorang sikerei terkemuka dari Butui, Kepulauan Mentawai. Pada era 1980-an, ia dengan berani melawan diskriminasi dan upaya pemberangusan budaya lokal, Arat Sabulungan, oleh aparat. Bersama fotografer Charles Lindsay, ia berhasil menemui Gubernur Sumatera Barat untuk menghentikan pelarangan tersebut dan menyelamatkan warisan budaya leluhurnya.

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai Selengkapnya

Esai

Suara dari Surau Digital: Menakar Warisan Intelektual Yus Datuak Parpatiah

Berpulangnya Yus Datuak Parpatiah menandai akhir sebuah era di panggung seni tutur Minangkabau. Beliau adalah arsitek kebudayaan yang sukses menjembatani tradisi lisan kuno dengan modernitas media digital. Melalui karya audionya, beliau mengemas wejangan moral menjadi renungan harian yang mendalam, sekaligus menjaga teguh identitas kultural masyarakat Minangkabau.

Suara dari Surau Digital: Menakar Warisan Intelektual Yus Datuak Parpatiah Selengkapnya

Cerpen

Tuan Bangau

Kehadiran Tuan Bangau membawa angin segar dan menjadikannya pusat perhatian dalam rombongan sirkus. Namun, kesuksesan tersebut memicu kecemburuan mendalam dari penampil lainnya, yaitu Bardim. Saat sang bos memutuskan menjadikannya maskot utama sirkus , sebuah tragedi pembunuhan yang kelam pun terjadi menjelang keberangkatan mereka.

Tuan Bangau Selengkapnya

Liputan

Jalan yang Selalu Lapar

Catatan perjalanan ini merekam realitas pahit masyarakat adat Talang Mamak di Riau yang terdesak oleh masifnya ekspansi perkebunan kelapa sawit. Hutan ulayat dan sungai sumber kehidupan mereka kini perlahan lenyap, berganti menjadi hamparan sawit dan infrastruktur semu yang justru menyengsarakan kehidupan serta mengancam tradisi leluhur mereka.

Jalan yang Selalu Lapar Selengkapnya

Esai

Yang Tak Disorot dari Buku Saku Massal

Esai ini mengkritik gagasan Donny Syofyan bahwa buku saku massal adalah solusi mahalnya buku non-fiksi. Penulis menyoroti absennya peran negara terkait pajak dan mahalnya bahan baku yang membebani penerbit serta penulis. Lebih jauh, penulis menegaskan bahwa aksesibilitas sejati harus inklusif bagi penyandang disabilitas melalui buku digital, bukan sekadar fisik murah.

Yang Tak Disorot dari Buku Saku Massal Selengkapnya

Cerpen

Halte

“Aku seharusnya tahu kalau sore itu dia sudah mati, ketika kami duduk di halte depan rumah sakit umum.” Dalam keheningan yang ganjil, perempuan itu membicarakan kematiannya sendiri. Ia ingin menghilang menjadi gosip, sebuah rahasia kelam yang berujung tragis di dasar sungai.

Halte Selengkapnya

Esai

Membaca Buku Semacam “Sesi Fisioterapi” untuk Melenturkan Pikiran

Di era digital, gempuran konten instan memicu “brainrot” yang merusak fokus alami kita. Esai ini membahas bagaimana membaca buku bertindak sebagai sesi fisioterapi pikiran. Aktivitas ini membantu melatih kembali kesabaran dan menjadi perlawanan intelektual terhadap kedangkalan berpikir massal.

Membaca Buku Semacam “Sesi Fisioterapi” untuk Melenturkan Pikiran Selengkapnya

Sketsa

Ramadan di Mentawai, Ada yang Merokok Menunggu Waktu Berbuka

Ikuti kisah menarik Febrianti, jurnalis lingkungan yang menjalani puasa Ramadan sembari meliput di Kepulauan Mentawai. Dari menikmati pesona alam Siberut , perjumpaan langka dengan primata endemik , mencicipi kuliner khas seperti sagu dan subet , hingga menyaksikan keunikan toleransi dan warga pesisir yang merokok santai saat menunggu waktu berbuka di ujung Pagai Selatan.

Ramadan di Mentawai, Ada yang Merokok Menunggu Waktu Berbuka Selengkapnya

Scroll to Top