Cerpen

Menatap Matahari

Demi menyelamatkan ketenangan batin istri dari ekspektasi keluarga besar, seorang suami nekat meninggalkan pekerjaannya. Bersama istri dan anak balitanya, ia menempuh perjalanan panjang menuju kota perantauan baru. Di rumah kontrakan yang sederhana, mereka menatap matahari pagi, merajut kembali harapan untuk membangun masa depan dan keluarga versi mereka sendiri.

Menatap Matahari Selengkapnya

Esai

Kita dan Revolusi Transhumanisme

Esai ini mengeksplorasi benturan antara ambisi transhumanisme yang berupaya melampaui batasan biologis manusia melalui teknologi cerdas, dengan nilai-nilai dasar humanisme. Di tengah ancaman kesenjangan baru dan dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia, etika humanis sangat penting untuk memastikan kemajuan teknologi masa depan tidak mengorbankan esensi kemanusiaan kita.

Kita dan Revolusi Transhumanisme Selengkapnya

Cerpen

Tolak Bala Anak Rawa

Kematian misterius yang terus menghantui Suku Anak Rawa sejak beroperasinya pabrik baru di hulu, memaksa warga untuk segera menggelar ritual sakral Tolak Bala. Di tengah ancaman kehancuran hutan suaka dan rentetan penderitaan, Bomoh Muda memimpin upacara penyembuhan. Namun, di puncak lantunan mantra, alam justru memberikan satu jawaban yang sangat mencekam.

Tolak Bala Anak Rawa Selengkapnya

Kolase

Banjir Berulang Melanda Padang

Sejak era Kompeni, Padang terus dibayangi ancaman banjir berulang akibat luapan sungai. Berbagai upaya dari pembangunan bendungan, pengerukan, hingga pembuatan banda bakali pada masa kolonial belum mampu menghentikan keganasan air. Sejarah mencatat pola berulang yang tak pernah usai: manusia berupaya membangun, tetapi luapan sungai senantiasa merobohkannya kembali.

Banjir Berulang Melanda Padang Selengkapnya

Liputan

Nata Sukma Complex#: Tubuh yang Mengingat dan Sejarah yang Diperebutkan

Pertunjukan teater “Nata Sukma Complex#” karya sutradara Tatang R. Macan hadir bukan sekadar merekonstruksi sejarah kolonial, melainkan menyoroti kolonialitas—yakni logika kekuasaan dan eksploitasi yang terus hidup hingga saat ini. Melalui perpaduan gerak tubuh, bunyi, dan visual kontemporer, penonton diajak menyelami kelamnya sejarah sebagai sebuah pengalaman indrawi yang masih terus diperebutkan.

Nata Sukma Complex#: Tubuh yang Mengingat dan Sejarah yang Diperebutkan Selengkapnya

Esai

Siam, Chada, dan Thanapol

Esai ini mengulas pertunjukan kontemporer “Comrade, Miracle, Curse” karya koreografer Thanapol Virulhakul di JICON 2026. Melalui eksplorasi tubuh penari, arsip visual via proyektor mekanis, serta penggunaan simbol sejarah seperti mahkota chada dan nama Siam, Thanapol secara implisit menggugat otoritas politik serta dominasi narasi sejarah bangsa Thailand.

Siam, Chada, dan Thanapol Selengkapnya

Scroll to Top