Pusaka Sastra

Peta Sejarah sebagai Sumber yang Interaktif dan Imajinatif

Artikel ini mengulas buku “Peta Sejarah Propinsi Sumatera Barat” (1986) sebagai sumber sejarah visual yang interaktif. Melalui 37 peta tematik, pembaca diajak membangun imajinasi tentang jejak kerajaan, jalur perdagangan emas, hingga tinggalan kolonial. Sebuah referensi penting yang menekankan perlunya pengembangan data spasial mutakhir untuk memperkaya narasi sejarah Indonesia.

Peta Sejarah sebagai Sumber yang Interaktif dan Imajinatif Selengkapnya

Liputan

Walau dalam “Genangan”, di Ruang Temu Nan Tumpah Kesenian Hidup Bersama Warga

Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) menyelenggarakan program tahunan “Ke Rumah Nan Tumpah #10” di Korong Kasai, Padang Pariaman. Melalui Pameran Silotigo dan Kelana Akhir Pekan, KSNT menciptakan ruang kreativitas seni alternatif yang memberdayakan warga dan anak-anak setempat, memanfaatkan material lingkungan sekitar, meskipun hidup berdampingan dengan tantangan genangan air.

Walau dalam “Genangan”, di Ruang Temu Nan Tumpah Kesenian Hidup Bersama Warga Selengkapnya

Esai

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann

Membedah empat pertunjukan teater Sumatera Barat 2024-2025 melalui lensa dramaturgi pascadramatik Kai Tuchmann. Dari Sabai in Kaba hingga Indomiiii Rasa Rendang, Nasrul Azwar menganalisis bagaimana seniman lokal merespons estetika global tanpa kehilangan akar tradisi Minangkabau dalam lanskap seni pertunjukan kontemporer yang hibrid dan politis.

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann Selengkapnya

Pusaka Sastra

Sumatra Barat hingga Plakat Panjang: Sejarah dengan Nuansa Sastrawi

Buku “Sumatra Barat hingga Plakat Panjang” karya Rusli Amran menyajikan sejarah Minangkabau dengan gaya narasi interaktif yang memikat. Dari era kerajaan kuno, kedatangan bangsa Eropa, hingga masa peperangan dan pengkhianatan penjajah, buku ini meramu arsip sejarah menjadi kisah epik. Simak ulasan lengkap mengapa buku sejarah ini wajib dibaca!

Sumatra Barat hingga Plakat Panjang: Sejarah dengan Nuansa Sastrawi Selengkapnya

Cerpen

Pak Bari Masih Menunggu

Enam tahun berlalu, aku kembali untuk menemui Bari, sahabat masa kecil yang dulu seorang guru berdedikasi. Kini, ia berubah menjadi sosok asing penuh dendam. Di tepi pantai, ia setia menunggu dengan parang, terperangkap dalam tragedi kelam yang merenggut kewarasannya. Siapa sebenarnya yang ia tunggu?

Pak Bari Masih Menunggu Selengkapnya

Pusaka Sastra

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah

Mengulik kisah Maisir Thaib dalam ‘Menempuh Tujuh Penjara’. Dari penulis roman propaganda Leider Mr. Semangat yang membuat Belanda gerah, hingga polemik Oestaz A. Masjoek. Sebuah autobiografi penting yang merekam jejak pergerakan, sejarah pendidikan, dan dinamika sosial-politik Sumatera Barat yang menyeret penulisnya ke balik jeruji Sukamiskin.

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah Selengkapnya

Scroll to Top