Cerpen

Pertunjukan Menyapu Makam

Di tengah duka bencana Nagari Ulakan, kunjungan sang menteri justru berubah menjadi panggung sandiwara. Alih-alih mengurus korban, rombongan pejabat sibuk berakting menyapu makam Syekh Burhanuddin demi konten kamera. Cerpen ini adalah satire tajam tentang ironi “pencitraan” yang menutupi empati di tengah tragedi.

Pertunjukan Menyapu Makam Selengkapnya

Cerpen

Sebentang Bayang-Bayang

Keindahan danau itu hanyalah ilusi dari kejauhan. Di balik air biru yang memukau, tersimpan bau busuk, kemunafikan, dan konflik warga yang pedih. Cerpen ini mengingatkan: jangan melihat terlalu dekat jika tak ingin kecewa. Nikmati saja bayang-bayang keindahannya dari jendela hotel agar fantasimu tak buyar.

Sebentang Bayang-Bayang Selengkapnya

Sketsa

Karena Paranormal Itu, Simardi Yakin Tidak Cepat Mati

Kisah Simardi, seorang profesor yang dihantui ketakutan akan kematian akibat penyakit komplikasi. Meski menyadari hidupnya tak sehat dan bekal ibadahnya minim, ia mencoba menghibur diri dengan ramalan seorang paranormal dari Papua yang menjanjikannya umur panjang. Namun, takdir berkata lain ketika sebuah pesan singkat mengabarkan kepergiannya yang tiba-tiba.

Karena Paranormal Itu, Simardi Yakin Tidak Cepat Mati Selengkapnya

Liputan

West Sumatera Visual Art Exhibitions: Hulu Sebagai Cara Berpikir dan Sumber Penciptaan 

West Sumatera Visual Art Exhibitions hadir dengan tema “Hulu” sebagai respon kontemplatif terhadap krisis ekologi dan bencana alam yang melanda Sumatera Barat. Lewat instalasi memukau dan lukisan kritis, para perupa mempertanyakan kembali arah ekosistem seni rupa lokal yang dinilai sibuk bergerak namun kehilangan orientasi tujuan.

West Sumatera Visual Art Exhibitions: Hulu Sebagai Cara Berpikir dan Sumber Penciptaan  Selengkapnya

Esai

Perempuan, Cermin dan Bekas Lipstik pada Dinding Toilet

Mengapa dinding toilet perempuan sering dipenuhi bekas lipstik? Sucia Zonicha menelusuri fenomena unik ini, dari toilet umum hingga kampus. Bukan sekadar soal cermin, esai ini mengungkap bagaimana kebiasaan personal menerobos ruang publik , menciptakan “karya seni” tak resmi yang memicu pertanyaan menggelitik tentang etika dan kebersihan.

Perempuan, Cermin dan Bekas Lipstik pada Dinding Toilet Selengkapnya

Scroll to Top