Sketsa

Sketsa

Saatnya Warga Amerika Merantai si Gila Trump

Artikel ini menyoroti tanggung jawab kolektif warga Amerika dan Israel atas terpilihnya pemimpin destruktif seperti Trump dan Netanyahu. Mengambil pelajaran dari sejarah dan kearifan lokal Minangkabau, penulis menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa lepas tangan dari “kegilaan” pemimpinnya. Diam berarti setuju, dan kini saatnya warga membatasi ruang gerak para tiran tersebut.

Saatnya Warga Amerika Merantai si Gila Trump Selengkapnya

Sketsa

Ramadan di Mentawai, Ada yang Merokok Menunggu Waktu Berbuka

Ikuti kisah menarik Febrianti, jurnalis lingkungan yang menjalani puasa Ramadan sembari meliput di Kepulauan Mentawai. Dari menikmati pesona alam Siberut , perjumpaan langka dengan primata endemik , mencicipi kuliner khas seperti sagu dan subet , hingga menyaksikan keunikan toleransi dan warga pesisir yang merokok santai saat menunggu waktu berbuka di ujung Pagai Selatan.

Ramadan di Mentawai, Ada yang Merokok Menunggu Waktu Berbuka Selengkapnya

Sketsa

Anjing, Pak Bupati! Babi, Pak Camat! Haram untuk Dimakan

Sebuah candaan fiqih tentang hukum makanan haram mendadak berubah menjadi kritik sosial tajam saat seorang ustad berteriak, “Anjing, Pak Bupati! Babi, Pak Camat!” di hadapan pejabat yang hadir. Meski diniatkan sebagai humor pemancing tawa, jemaah justru memaknainya sebagai peluapan kemuakan terhadap kekuasaan yang abai pada rakyat.

Anjing, Pak Bupati! Babi, Pak Camat! Haram untuk Dimakan Selengkapnya

Sketsa

Dua Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita

Hantu-Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita mengeksplorasi dua mitos urban: hantu minta sedekah dan pemburu kepala. Lebih dari sekadar cerita petakut, sosok ini merupakan personifikasi ketegangan ekonomi, kegagalan negara, serta trauma sejarah kelam pembangunan yang tersimpan dalam alam bawah sadar kolektif masyarakat yang hidup dalam himpitan beban sosial.

Dua Hantu Lucu yang Bergentayangan dalam Perut Kita Selengkapnya

Scroll to Top