Cerpen

Hari Menjelang Kematian

Pagi itu sunyi terasa berbeda saat Arsy menemani Ibu Raras yang duduk mematung di teras. Sang Ibu menceritakan mimpi ganjil tentang bayangan yang menjemput, sebuah isyarat perpisahan yang nyata. Dalam hening, Arsy menerima pesan terakhir untuk tetap hidup sebelum separuh dunianya benar-benar pergi selamanya.

Hari Menjelang Kematian Selengkapnya

Pusaka Sastra

Batin Lima Penyair

Mengulas kembali antologi puisi “Batin Lima Penyair” terbitan Yayasan Taraju (1996). Buku ini merekam jejak kreatif lima penyair Sumatera Barat saat ajang Temu Penyair Abad 21. Setelah tiga dekade, bagaimana eksistensi mereka? Sebuah dokumentasi sastra daerah yang penting untuk dibaca ulang.

Batin Lima Penyair Selengkapnya

Liputan

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca

Apresiasi Sastra (Apsas) 2026 kembali hadir sebagai ruang “underground” yang mendobrak sekat antara pengarang dan pembaca. Bertempat di Bantul, kolaborasi bersama Radio Buku ini membahas sepuluh karya pilihan—mulai dari puisi hingga novel terjemahan—membuktikan bahwa di tengah arus digitalisasi, kecintaan pada literasi tetap menyala tanpa perlu menjadi elit.

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca Selengkapnya

Esai

Membaca Fiksi, Mengenal Diri: Kisah Orang Asing dan Keanehan Sastra

Esai ini mengeksplorasi hubungan unik antara sosok orang asing dan dunia fiksi. Keduanya memicu rasa ingin tahu sekaligus kecurigaan, memaksa kita membedakan fakta dari kepalsuan. Melalui karakter asing, fiksi tidak hanya bercerita, tetapi juga menjadi cermin yang menantang persepsi dan berpotensi mengubah cara kita memandang diri sendiri.

Membaca Fiksi, Mengenal Diri: Kisah Orang Asing dan Keanehan Sastra Selengkapnya

Sketsa

Tukang Lauk yang Penangis

Kisah tukang lauk yang gampang menangis menjadi pintu masuk untuk merenungi makna air mata. Di tengah dunia yang memuja logika teknokratis dan ketenangan semu kekuasaan, tangisan hadir sebagai bahasa jujur atas ketidakberdayaan. Ketika kata-kata tak lagi memadai, air mata adalah laporan paling autentik tentang bagaimana nurani dan kekuasaan bekerja.

Tukang Lauk yang Penangis Selengkapnya

Liputan

Baca Di Tebet, Perpustakaan dan Ruang Temu Demi Kemerdekaan Berpikir

Baca Di Tebet hadir sebagai oase literasi modern di Jakarta Selatan yang menggabungkan konsep perpustakaan dan ruang temu yang nyaman. Didirikan oleh Kanti W Janis dan Wien Muldian, tempat ini menyimpan lebih dari 27.000 koleksi buku berkualitas. Tak sekadar tempat membaca, ia menjadi wadah merawat pengetahuan, kreativitas, dan kemerdekaan berpikir bagi kaum literat.

Baca Di Tebet, Perpustakaan dan Ruang Temu Demi Kemerdekaan Berpikir Selengkapnya

Esai

Anakronisme dan Motif Ideologis: Pembacaan Kritis Atas Leiden 2020-1920

Ulasan kritis ini membedah novel Leiden 2020-1920 karya Hasbunallah Haris, peraih Juara II Sayembara Novel DKJ 2023. Ilhamdi Putra menyoroti anakronisme akut, minimnya riset sejarah terkait PID, hingga cacat logika dalam penokohan. Sebuah pembacaan tajam yang mempertanyakan fondasi sejarah dan motif ideologis di balik narasi gigantiknya.

Anakronisme dan Motif Ideologis: Pembacaan Kritis Atas Leiden 2020-1920 Selengkapnya

Scroll to Top