| Judul | Tambo Minangkabau Suntingan Teks Disertai Analisis Struktur |
| Penulis | Edwar Djamaris |
| Penerbit | Balai Pustaka, 1991 |
| Tebal | 385 halaman |
Edwar Djamaris merupakan salah seorang peneliti sastra, khususnya sastra klasik dan tradisional Minangkabau, yang telah mendalami dan menyebarkan hasil penelitiannnya dalam berbagai buku, jurnal, makalah, dan prasaran. Di antara berbagai karya yang telah dihasilkannya, buku Tambo Minangkabau Suntingan Teks Disertai Analisis Struktur ini merupakan karya yang penting. Buku ini berasal dari penelitian disertasi yang dilakukan oleh Edwar Djamaris, yang dipertahankan di Universitas Indonesia. Penelitian yang dilakukan termasuk dengan menelisik sejumlah perpustakaan di Indonesia, Inggris, dan Belanda. Edwar Djamaris yang bekerja pada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, telah memulai menemukan minatnya pada kajian karya-karya klasik Minangkabau, dan dengan sangat antusias menekuninya.
Tambo Minangkabau sebagai karya sastra yang bersifat kesejarahan, telah dikenal luas oleh masyarakat. Telah banyak karya-karya yang mengulas dan menjadikan tambo sebagai dasar dalam menjelaskan sejarah, adat istiadat, nilai dan norma, hingga berbagai aspek penting dalam kehidupan sosial budaya. Kajian filologi terhadap Tambo Minangkabau ini merupakan jawaban atas kegelisahan Edwar Djamaris terhadap berbagai versi dan sumber tambo yang telah digunakan sebelumnya, baik dalam bentuknya sebagai sumber telaahan maupun hasil suntingan yang kemudian disajikan sebagai karya sastra. Pertanyaan penting dari filologi ini adalah naskah yang mana di antara sekitar 47 naskah yang beredar itu yang dianggap sebagai naskah yang paling lengkap dan sahih, serta mana di antara naskah tersebut yang paling tua dan dapat dijadikan sebagai rujukan utama.
Kerja filologis yang dihasilkan oleh Edwar Djamaris ini dapat dijadikan sebagai rujukan mengenai tambo Minangkabau, setidaknya untuk dijadikan sebagai sumber yang sahih dan telah melalui serangkaian analisis dan prosedur akademik untuk menunjukkan keberagaman naskah tambo Minangkabau. Melalui penelitian yang dilakukan ini, kita juga mengetahui sebaran dan varian naskah tambo Minangkabau yang beredar di masyarakat, atau dikoleksi oleh perpustakaan dan tempat lainnya, membaca hasil suntingan yang telah dilakukan melalui proses transliterasi, hingga analisis struktur isi tambo tersebut.
Peran penting Edwar Djamaris yang ditunjukkan dalam buku ini adalah menjadikan sastra daerah sebagai lahan penelitian, karena sumber-sumber tradisional berupa karya-karya klasik baik yang tertulis maupun lisan sangat melimpah. Pekerjaan kajian terhadap karya-karya klasik dan tradisional ini juga memerlukan waktu dan prosedur yang cukup kompleks, seperti penelusuran, pendokumentasian, pengaliaksaraan, hingga penyuntingan. Kajian-kajian ini dapat membantu kita untuk kemudian menganalisis beragam pengetahuan yang tersimpan di dalamnya, yang sebenarnya dipraktikkan oleh masyarakat sehari-hari.
Posisi tambo yang cukup penting, dan kajian yang telah dilakukan oleh Edwar Djamaris ini, menjadikan buku ini patut untuk dibaca guna mengetahui seluk beluk mengenai tambo, tambo mana yang dapat dijadikan sebagai rujukan utama, dan analisis lanjutan yang dapat dilakukan. Hingga kini, tambo Minangkabau terus dijadikan sebagai bahan kajian, disadur ulang, dijadikan sebagi inspirasi penciptaan baru, hingga pegangan bagi diskusi dan pembicaraan yang terkait dengannya. Buku Tambo Minangkabau ini setidaknya juga memberikan informasi penting dan membuka langkah untuk mempermudah penggunaan sumber tambo dalam beragam keperluan.
Rubrik “Pusaka sastra” ini mengulas secara ringkas buku-buku, terutama karya sastra, yang pernah diterbitkan di Sumatera Barat. Keinginan untuk kembali menelusuri, mengingat, dan mengenalkan sejumlah karya sastra dan karya intelektual yang menjadi bagian dari sejarah di Sumatera Barat ini, dimaksudkan untuk merangkai sejarah sosial budaya, khususnya sejarah sastra Indonesia di Sumatera Barat. Buku-buku yang dibahas dalam rubrik ini merupakan hasil penelusuran di perpustakaan Universitas Leiden. Tentu saja rubrik ini tidak dapat memberikan ulasan yang menyeluruh. Karena itu, jika ada masukan atau saran dari pembaca mengenai buku yang pernah didengar atau dibaca informasinya, dan bernilai penting bagi kita bersama, dan masih dapat dilacak, dan selayaknya untuk dibahas di rubrik ini, dapat disampaikan ke redaksi@cagak.id





