| Judul | Republik Indonesia Provinsi Sumatera Tengah |
| Penulis | Decha, Mansoer Jasin, Maisir Thaib, H.B Yahja, Basjaruddin Ahmad, M. Joesoef, Saiburrahman, A. Rivai Yogi, Sjamsoelbahar, dan Adjhuri Hamidy |
| Penerbit | Kementerian Penerangan Republik Indonesia, 1953 |
| Tebal | 1198 halaman + lampiran foto |
Sejarah lokal di Indonesia menjadi salah satu arena ilmu pengetahuan yang menarik untuk diperhatikan. Masing-masing daerah berusaha untuk menuliskan sejarah daerahnya untuk menjadi dokumen penting bagi banyak kepentingan. Karena itu, kita dengan mudah menemukan buku-buku sejarah lokal, baik yang ditulis untuk mendokumentasikan dinamika sejarah atas inisiatif para sejarawan maupun oleh pemerintah daerah. Penulisan sejarah lokal ini tidak hanya dilakukan pada Tingkat provinsi, namun juga hingga tingkat kota atau kabupaten, dan bahkan yang lebih khusus di tingkat desa, kelurahan, atau nagari.

Salah satu referensi penting mengenai sejarah lokal di Sumatra Barat adalah buku babon yang diterbitkan oleh Kementerian Penerangan pada tahun 1953 berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Tengah. Buku setebal 1198 halaman ditambah lampiran foto-foto. Buku ini disusun secara kronologis, dimulai dari perjuangan rakyat Minangkabau sebelum kemerdekaan, perjuangan sesudah proklamasi, sejarah perkembangan tentara dan kepolisian, sejarah ekonomi, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan juga sejarah daerah-daerah yang termasuk dalam wilayah Sumatera Tengah yaitu Jambi dan Riau.

Sajian sejarah dalam buku ini sangat mudah untuk diikuti, dengan olahan data-data yang ditampilkan. Demikian juga dengan ditampilkannya isi dari berbagai kebijakan, aturan, maklumat, hingga foto-foto yang mendukung narasi yang dibangun. Saya kira buku ini dipersiapkan untuk mencatat dan mendokumentasikan sejarah di Sumatera Tengah dengan baik, termasuk ingatan yang kuat dari para penyusun untuk menghadirkan berbagai peristiwa dalam periode yang tidak terlalu jauh dari masa penyusunannya. Penyusunan buku serupa juga dapat kita temukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia pada masa itu.
Dilihat dari waktu penerbitannya, buku ini tampaknya dimanfaatkan untuk menjadi pegangan dan panduan bagi berbagai program pembangunan Indonesia pada masa setelah kemerdekaan. Inisiatif untuk hal ini tampak dari semangat untuk memberikan fondasi yang kuat dari sisi nasionalisme dan optimisme bagi pembaca setelah masa penjajahan dan kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan informasi yang terdapat dalam buku ini, penyusunan sejarah ini dilakukan secara massif, dengan melibatkan seluruh kantor-kantor jawatan atau OPD pada masa itu, pemerintah daerah, dengan keterangan-keterangan lisan, laporan, dokumen, hingga arsip-arsip yang ada. Karena itu, data-data dan informasi yang disajikan dalam buku ini masih sangat segar. Berbagai surat kabar dan penerbitan juga terlibat dalam menyediakan laporan-laporan dan berita yang pernah diterbitkan. Demikian juga dengan penyusun buku yang terdiri dari Decha, Mansoer Jasin, Maisir Thaib, H.B Yahja, Basjaruddin Ahmad, M. Joesoef, Saiburrahman, A. Rivai Yogi, Sjamsoelbahar, dan Adjhuri Hamidy merupakan para penulis handal.
Mengingat isi buku ini, saya menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait, terutama pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat, untuk dapat menerbitkan ulang atau setidaknya mendigitalkan buku ini untuk bahan bacaan kepada masyarakat luas. Bila hal ini dilakukan, maka kita akan dapat mendapatkan bahan bacaan tambahan mengenai sejarah di Sumatra Barat, yang dapat dijadikan sebagai penguat wawasan dan juga menggali potensi-potensi yang pernah ada. Bahan-bahan sejarah ini sangat penting sebagai langkah awal untuk memetakan berbagai program dan inisiatif masa depan.
Rubrik “Pusaka sastra” ini mengulas secara ringkas buku-buku, terutama karya sastra, yang pernah diterbitkan di Sumatera Barat. Keinginan untuk kembali menelusuri, mengingat, dan mengenalkan sejumlah karya sastra dan karya intelektual yang menjadi bagian dari sejarah di Sumatera Barat ini, dimaksudkan untuk merangkai sejarah sosial budaya, khususnya sejarah sastra Indonesia di Sumatera Barat. Buku-buku yang dibahas dalam rubrik ini merupakan hasil penelusuran di perpustakaan Universitas Leiden. Tentu saja rubrik ini tidak dapat memberikan ulasan yang menyeluruh. Karena itu, jika ada masukan atau saran dari pembaca mengenai buku yang pernah didengar atau dibaca informasinya, dan bernilai penting bagi kita bersama, dan masih dapat dilacak, dan selayaknya untuk dibahas di rubrik ini, dapat disampaikan ke redaksi@cagak.id





