Minangkabau dan Negeri Sembilan: Satu Rumpun yang Berkembang Jamak

JudulMinangkabau and Negeri Sembilan Socio-Political Structure in Indonesia
PenulisP.E. De Josselin De Jong
PenerbitBhratara, 1960
Tebal214 halaman

Salah satu kajian klasik tentang Minangkabau adalah buku yang berjudul Minangkabau and Negeri Sembilan Socio-Political Structure in Indonesia, karya P.E De Josselin de Jong. Buku ini terbit pada tahun 1960 dan diterbitkan oleh Penerbit Bhrata. Kajian De Jong ini tidak hanya melihat persamaan dan perbedaan antara Minangkabau dengan Negeri Sembilan, namun juga menelisik hubungan yang terjadi di antara kedua daerah ini, dengan berbagai landasan historis dan struktur sosial, politik, dan budaya.

Buku ini dibagi ke dalam dua belas bab, yaitu pengantar, survey awal, kajian kepustakaan, teori, organisasi sosial Minangkabau, organisasi politik Minangkabau, trend modern di Minangkabau, organisasi sosial Negeri Sembilan, organisasi politik Negeri Sembilan, tren modern Negeri Sembilan, perbandingan, dan ringkasan penelitian. Selain itu, beberapa peta wilayah kajian disertakan dalam lampiran buku.

Kajian De Jong dalam buku ini sangat menarik untuk dibaca. Ia menghadirkan pandangan kritis baik terhadap sumber-sumber sejarah maupun data-data baru yang ia temukan. Pada bagian awal, de Jong memberikan kritik tajam mengenai kesalahan dan kekurangakuratan konsepsi dan juga peristilahan teknis, bahkan ejaan yang digunakan oleh para peneliti terdahulu. Dalam melakukan telaahnya, de Jong memang terlihat sangat tekun dalam mempelajari topik ini, dengan mendudukkan pengertian dan pemahaman historis, tekstual dan juga sosial budaya.

Enam bab awal buku ini menjelaskan kajian dan sejumlah konsep dasar Minangkabau yang telah diteliti dan dirumuskan para pengkaji. Hal-hal penting tersebut di antaranya mengenai sistem kekerabatan, sistem sosial, hukum adat, pemerintahan adat, yang memang menjadi daya tarik dalam meneliti adat dan budaya Minangkabau. Telisik de Jong terhadap adat dan budaya Minangkabau, dalam buku ini, memberikan argumentasi yang kuat, selain perlu diteliti ulang untuk mencari sisi lain dari topik-topik yang telah dibahasnya.

Salah satu kekuatan kajian de Jong ini adalah memberikan review terhadap sumber-sumber kajian, menawarkan kemungkinan baru, serta mengungkapkan analisis lebih lanjut dari informasi yang telah didapatkannya. Demikian juga halnya dengan hubungan Minangkabau dengan Negeri Sembilan, yang dalam sejumlah aspek memiliki kaitan dan juga perbedaan, terkait dengan konteks geografis dan sistem sosial politik tempatan yang berbeda.

Bagian berikutnya, yaitu tiga bab pertengahan, Josselin de Jong menghadirkan deskripsi dan analisis mengenai Negeri Sembilan. Salah satu tujuan kajian de Jong ini adalah membuktikan bagaimana sistem sosial politik dan adat yang ideal, contohnya yang berlaku di Minangkabau, diberlakukan di tempat lain seperti Negeri Sembilan, yang berada dalam konsteks sosial dan politik yang berbeda. Pertanyaan seperti ini penting untuk dijawab, bukan hanya untuk satu kebudayaan, namun juga untuk kebudayaan lain yang niscaya mengalami fenomena yang sama.

Dua bab terakhir buku ini memberikan gambaran perbandingan bagaimana sistem sosial politik dan budaya ini berlaku. Berbagai kelindan dinamika kebudayaan yang terjadi di Minangkabau dan Negeri Sembilan, dengan sistem sosial yang mirip atau bahkan dianggap sama, mengalami kontekstualisasi yang berbeda. Pengaruh-pengaruh dari dalam dan luar kebudayaan merupakan faktor penting yang perlu dikaji. Topik yang disampaikan oleh de Jong ini sebenarnya memberikan ruang untuk penelitian berikutnya, khususnya terkait dengan kajian etnisitas, diaspora, dan migrasi.


Rubrik “Pusaka sastra” ini mengulas secara ringkas buku-buku, terutama karya sastra, yang pernah diterbitkan di Sumatera Barat. Keinginan untuk kembali menelusuri, mengingat, dan mengenalkan sejumlah karya sastra dan karya intelektual yang menjadi bagian dari sejarah di Sumatera Barat ini, dimaksudkan untuk merangkai sejarah sosial budaya, khususnya sejarah sastra Indonesia di Sumatera Barat. Buku-buku yang dibahas dalam rubrik ini merupakan hasil penelusuran di perpustakaan Universitas Leiden. Tentu saja rubrik ini tidak dapat memberikan ulasan yang menyeluruh. Karena itu, jika ada masukan atau saran dari pembaca mengenai buku yang pernah didengar atau dibaca informasinya, dan bernilai penting bagi kita bersama, dan masih dapat dilacak, dan selayaknya untuk dibahas di rubrik ini, dapat disampaikan ke redaksi@cagak.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Scroll to Top