Author name: Benny Arnas

Benny Arnas lahir, dan berdikari d(ar)i Lubuklinggau. Sudah menulis 32 buku.

Liputan

Sinai dan Gunung-gunung Kecil yang Menyelinap Itu

Perjalanan ke Sinai dimulai dari Biara Santa Katarina, menyimpan manuskrip kuno. Pendakian bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan menyerap sejarah panjang rahib, kartografer, dan peziarah. Puncak Sinai menyajikan kerukunan: masjid dan gereja berdampingan, tempat para peziarah lintas latar berdialog dengan waktu. Sinai mengajarkan kesadaran tentang langkah, napas, dan kerendahan diri.

Sinai dan Gunung-gunung Kecil yang Menyelinap Itu Selengkapnya

Liputan

Ke Aleksandria, Teringat Sriwijaya

Perpustakaan Aleksandria kuno lenyap bukan karena perintah tunggal, melainkan akumulasi perang dan kelalaian. Penulis merenungi ironi ini saat melakukan perjalanan, menghubungkan kehilangan fisik Aleksandria dengan Sriwijaya, dua peradaban besar yang jejak fisiknya kini tercerai, namun gagasan dan pengaruhnya tetap hidup dalam ingatan, ilmu, dan kehidupan kota masa kini.

Ke Aleksandria, Teringat Sriwijaya Selengkapnya

Cerpen

Azimat Palembang

“Manuskrip itu bukan sekadar benda. Mereka memuat sejarah, cerita, atau bahkan darah dan kepedihan tak terkira,” ujar Arman, menyarankan saya ‘memantaskan diri’ sebelum menyentuh pusaka ratusan tahun itu.

Namun, ketika klise foto diletakkan di alat pemindai digital di Perpustakaan Leiden, hasilnya mengejutkan. Tak satu lembar pun menunjukkan aksara. Semuanya menjelma batu hitam yang ditembak cahaya tajam dari belakang. Azimat itu merupa objek korban backlight.

“Kadang-kadang, hal ini memang terjadi,” kata pustakawan Erl, menggeleng kesal. Pusaka itu seolah tak ingin disentuh teknologi.

Azimat Palembang Selengkapnya

Scroll to Top