Author name: Esha Tegar Putra

Menyelesaikan sarjana di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas dan magister di Departemen Ilmu Susastra, Universitas Indonesia. Buku-buku puisinya, antara lain, Hantu Padang (JBS, 2024), Setelah Gelanggang Itu (Grasindo, 2020), dan Sarinah (Grasindo, 2016). Sepanjang 2019-2023 ia bekerja sebagai peneliti di Komisi Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi kurator untuk beberapa pameran terkait arsip. Ia meraih Kusala Sastra Katulistiwa 2025 lewat "Hantu Padang".

Esha Tegar Putra
Esai

Siam, Chada, dan Thanapol

Esai ini mengulas pertunjukan kontemporer “Comrade, Miracle, Curse” karya koreografer Thanapol Virulhakul di JICON 2026. Melalui eksplorasi tubuh penari, arsip visual via proyektor mekanis, serta penggunaan simbol sejarah seperti mahkota chada dan nama Siam, Thanapol secara implisit menggugat otoritas politik serta dominasi narasi sejarah bangsa Thailand.

Siam, Chada, dan Thanapol Selengkapnya

Scroll to Top