Author name: Hary B Kori’un
HARY B KORI’UN (HARY BUDIARTO KORIUN) lahir di Pati (Jawa Tengah). Menyelesaikan S-1 di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang.Sejak tahun 1992 belajar menulis cerpen dan novel, dimuat di beberapa media, dan dalam beberapa buku antologi bersama maupun pribadi. Cerpen-cerpennya dimuat di Jawa Pos, Koran Tempo, Media Indonesia, Sinar Harapan, Suara Merdeka, Riau Pos, Padang Ekspres, Haluan, Singgalang, Basabasi.co, dan lainnya. Salah satu novelnya, Nyanyian Batanghari, dimuat sebagai cerita bersambung (cerbung) di Harian Republika (Januari-Maret 2000).Pernah diundang ke beberapa iven sastra seperti Pertemuan Sastrawan Nusantara (Kayutanam 2007 dan Pekanbaru 2013), Ubud Writers & Readers Festival (Bali, 2010), Pertemuan Penyair ASEAN-Korea (Pekanbaru, 2012), Padang Biennale Literary Festival (Padang, 2014), Borobudur Writers and Cultural Festival (Jambi, 2024) dan iven lainnya.Buku-buku yang sudah diterbitkannya adalah Nyanyian Batanghari (novel, 2005), Nyanyi Sunyi dari Indragiri (novel, 2005) Jejak Hujan (novel, 2005), Malam Hujan (novel, 2006), Mandiangin (novel, 2007), Nyanyian Kemarau (novel, 2010), Tunggu Aku di Sungai Duku (kumpulan cerpen, 2012), Luka Tanah (novel, 2014), Ke Sabu, Kita ke Raijua (jurnalisme sastrawi, 2019), dan Tambang Nanah (kumpulan cerpen, 2020). Saat ini, tinggal di Pekanbaru, Riau.