Mohammad Sjafei, Dunia Pendidikan, dan Sastra

cover buku dikampoeng karya mohammad sjafei
Judul BukuDikampoeng
PenulisMohammad Sjafei
PenerbitJ. B. Wolters, Groningen Batavia, cet. 3, 1939
Tebal64 halaman

Buku yang dibicarakan kali ini, Dikampoeng, ditulis oleh Mohammad Sjafei, dan diterbitkan oleh J.B Wolters Groningen Batavia. Buku ini berisi cerita-cerita singkat, dan bersambung-sambung, tentang kehidupan sebuah keluarga di sebuah kampong. Keluarga itu terdiri dari Pak Ali, istrinya, dan ketiga anaknya; Amat, Ali dan Isah.

Cerita-cerita keseharian yang dialami oleh keluarga ini menjadi tumpuan utama, seperti bersawah, memelihara hewan peliharaan, pasar, aktivitas di rumah, bermain dan permainan, dan lainnya. Tentu saja, pesan moral dari masing-masing cerita ini adalah bagaimana menjadi anak-anak, dan juga manusia, yang memiliki etos kerja, nilai kemanusiaan, manfaat, dan hidup dalam lingkungan yang harmonis.

Mohammad Sjafei, pendidik dan pengelola INS Kayutanam, sepertinya telah mulai membangun konsep pendidikannya melalui cerita-cerita dan tulisan-tulisan yang dihasilkannya. Buku ini merupakan buku pegangan yang digunakan di sekolah-sekolah di Jawa dan luar Jawa pada tahun 1930an. Buku yang dibaca ini merupakan cetakan ketiga, tahun 1939. Dengan Bahasa yang efektif dan ekspresif, Sjafei menjadikan cerita-cerita ini sebagai medium dalam pengajaran bahasa dan sastra. Selain itu, tujuan dari cerita-cerita ini adalah “membiasakan moerid menjatoekan pikirannja (concentratie), karena dengan djalan jang demikian dan pimpinan goeroe moerid terpaksa merangkai-rangkaikan sekalian kalimat pendek-pendek itoe (jang dibatasi titik koma) mendjadikan seboeah pengertian. Inilah salah satoe djalan oentoek beladjar menoedjoekan pikiran jang satoe toedjoean (concentratie).” (hlm. 4).

Sejumlah ide, gagasan, setting, dan juga bahasa yang dipakai menunjukkan bagaimana kepiawaian Sjafei dalam beberapa bidang ini; pendidikan anak, sastra, sosial budaya, psikologi, dan seni pada umumnya. Cerita-cerita ini, sebagai contoh, memang diusahakan dapat dibaca dan sesuai dengan usia anak-anak. Bahasa yang sederhana, singkat, interaktif, dan peristiwa yang dekat dengan anak-anak. Dua puluh enam cerita dalam buku ini memang cocok dan sesuai menjadi bacaan bagi anak-anak. Apalagi, kampung yang menjadi setting cerita memberikan kedekatan bagi masyarakat pembaca pada waktu itu.

Cerita-cerita pertama dalam buku ini mengisahkan rutinitas Amat dan Ali. Setiap pagi, mereka bangun dan mandi di pancuran, dimana teman-teman mereka juga pergi mandi di tempat itu. Setelah itu, mereka akan sarapan. Tidak lama kemudian, Amat akan menjual kue yang dibuat oleh ibunya keliling kampung. Jualan yang menjadi sarapan bagi sebagian orang kampungnya. Setelah itu, Amat pergi ke sekolah. Sementara Ali, adiknya, bermain bersama temannya di rumah. Siang hari, Amat dan Ali akan membantu pekerjaan ayah dan ibunya, seperti bersawah, merawat peliharaan, membersihkan rumah.

Buku ini adalah salah satu seri dari buku pegangan di sekolah-sekolah boemipoetra kelas II dan Sekolah Desa yang berbahasa Melayu. Buku lainnya yang digunakan adalah Tiga Sekawan III (Abdoelgani Asik dan Bermawi Gl. St. Radja Emas), dan Mohammad Sjafei sendiri mempersiapkan buku-buku lain: Roemah dan Halaman, Dikota, dan Djaoeh dan Dekat. Tentu saja sejumlah buku dan informasi ini akan menarik bagi kita untuk ditelusuri lebih jauh, terutama dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, sastra, atau mengenai peran Sjafei dalam bidang ini.


Rubrik “Pusaka sastra” ini mengulas secara ringkas buku-buku, terutama karya sastra, yang pernah diterbitkan di Sumatera Barat. Keinginan untuk kembali menelusuri, mengingat, dan mengenalkan sejumlah karya sastra dan karya intelektual yang menjadi bagian dari sejarah di Sumatera Barat ini, dimaksudkan untuk merangkai sejarah sosial budaya, khususnya sejarah sastra Indonesia di Sumatera Barat. Buku-buku yang dibahas dalam rubrik ini merupakan hasil penelusuran di perpustakaan Universitas Leiden. Tentu saja rubrik ini tidak dapat memberikan ulasan yang menyeluruh. Karena itu, jika ada masukan atau saran dari pembaca mengenai buku yang pernah didengar atau dibaca informasinya, dan bernilai penting bagi kita bersama, dan masih dapat dilacak, dan selayaknya untuk dibahas di rubrik ini, dapat disampaikan ke redaksi@cagak.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Scroll to Top