Esai

Pertaruhan Bunyi dalam “Saluak Sang Sako”

Esai ini mengulas karya doktoral Rozalvino, Saluak Sang Sako, yang bereksperimen mengubah logika sosial budaya Minangkabau—terutama posisi ambigu urang sumando—menjadi struktur musikal. Nurkholis menelaah apakah pertunjukan ini sukses melampaui representasi budaya belaka dan sungguh-sungguh memanifestasikan ketegangan sosial adat ke dalam prinsip penciptaan bunyi yang sepenuhnya otonom, saling merespons, dan deliberatif.

Pertaruhan Bunyi dalam “Saluak Sang Sako” Selengkapnya