NV Kedjora: Bukti Industri Intelektual di Sumatra Barat

Judul15 Tahun N.V. Kedjora
PenulisDireksi N.V. Kedjora
PenerbitN.V. Kedjora (1967)
Tebal140 halaman

Pada masa penjajahan dan berlanjut hingga sekitar tiga dekade seteleh kemerdekaan, salah satu kegiatan yang lazim dilakukan oleh para penerbit, dan juga perusahaan pada umumnya, Adalah menerbitkan laporan aktivitas mereka. Setidaknya dalam perayaan ulang tahun, 10 tahun, 20 tahun, 40 tahun, atau 70 tahun usaha mereka. Misalnya saja kita dapat membaca 10 tahun dan 40 tahun Bank Nasional.

Di dunia penerbitan, kita juga dapat melacak terbitan seperti di atas yang dilakukan oleh Gunung Agung dan Yayasan Idayu. Di Sumatra Barat, salah satu buku penting dalam dunia penerbitan adalah buku 15 Tahun N.V. Kedjora Bukittinggi. Buku ini menjadi penting karena isinya secara detil menjelaskan sejarah dan dinamika usaha yang dilaluinya. Kita dapat menjadikan buku ini sebagai bahan kajian dan mendekatinya dengan berbagai perspektif. Mengelola penerbitan bukan hanya sebagai sebuah bentuk lini bisnis, namun juga menjalankan misi kemanusiaan dan peradaban.

NV Kedjora (didirikan pada 17 September 1952) pada awalnya bernama Pustaka Menara yang beralamat di Kampung Tionghoa No. 2 yang kemudian berubah nama menjadi Jalan A. Yani, Bukittinggi. Perusahaan ini bekerja sebagaimana perusahaan penerbit lainnya, memiliki unit percetakan, toko buku, dan bahkan merambah ke usaha hotel dan restoran. Usaha penerbitan di Bukittinggi memang pernah menjadi aktivitas yang penting, yang menunjukkan kota ini sebagai salah satu pusat intelektual di Sumatra Barat. Penerbit lain yang pernah berjaya adalah NV Nusantara, Penjiaran Ilmoe, Pusaka Buku Indonesia (kemudian menjadi Kristal Multimedia). Sementara penerbit lain yang berada di daerah sekitarnya Adalah Tsamaratul Ichwan, Pustaka Sja’adijah, Limbago.

NV Kedjora yang dipimpin oleh Aziz Thaib ini juga memiliki kaitan yang erat dengan Bank Nasional, yang telah berjaya sebagai mitra dalam berbagai usaha, termasuk bidang pendidikan dan intelektualisme di Kota Bukittinggi. Para pengusaha yang memiliki misi sosial budaya ini berangkat dari Abuan Saudagar, yang memiliki bermacam inisiatif dalam memajukan ekonomi dan kegiatan sosial budaya. Mereka seperti sekelompok elit yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda dinamika Kota Bukittinggi.

Penerbit NV Kedjora ini pada hakikatnya merupakan penerbit buku pelajaran sekolah, yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan. Buku-buku yang diterbitkannya mengisi kebutuhan bahan pembelajaran, sehingga pada satu sisi merupakan pasar yang stabil dan meningkat dari waktu ke waktu. Para penulis buku juga mendapatkan manfaat dalam menyediakan naskah-naskah yang diterbitkan.

Buku yang dipenuhi dengan gambar-gambar, baik gedung-gedung, mesin cetak, para pengelola, aktivitas jual beli, dan dokumen-dokumen penting terkait penerbit ini menjadikannya penting untuk pembaca dapat menggambarkan kondisi pada masa dahulu. Sekali lagi, buku 15 Tahun N.V. N Kedjora ini merupakan bukti penting dan nyata bagaimana industri otak, atau industri intelektual di Sumatra Barat bekerja dan bagaimana dukungan bagi industri ini tidaklah sederhana.

Kita dapat menjadikan buku ini sebagai pembanding bagi kondisi penerbitan di Sumatra Barat pada hari ini. Peradaban yang dibangun pada masa berdirinya NV Kedjora ini hasilnya dapat kita lihat pada masa berikutnya, atau pada saat ini. Dengan demikian, bila hari ini kita tidak mempersiapkan usaha-usaha yang mendasar, bagi kemanusiaan dan peradaban, maka kita akan berhadapan dengan masa depan yang berbeda. Kita bisa belajar mengenai kekhawatiran ini dari buku yang penting ini.    


Rubrik “Pusaka sastra” ini mengulas secara ringkas buku-buku, terutama karya sastra, yang pernah diterbitkan di Sumatera Barat. Keinginan untuk kembali menelusuri, mengingat, dan mengenalkan sejumlah karya sastra dan karya intelektual yang menjadi bagian dari sejarah di Sumatera Barat ini, dimaksudkan untuk merangkai sejarah sosial budaya, khususnya sejarah sastra Indonesia di Sumatera Barat. Buku-buku yang dibahas dalam rubrik ini merupakan hasil penelusuran di perpustakaan Universitas Leiden. Tentu saja rubrik ini tidak dapat memberikan ulasan yang menyeluruh. Karena itu, jika ada masukan atau saran dari pembaca mengenai buku yang pernah didengar atau dibaca informasinya, dan bernilai penting bagi kita bersama, dan masih dapat dilacak, dan selayaknya untuk dibahas di rubrik ini, dapat disampaikan ke redaksi@cagak.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Scroll to Top