Author name: Nasrul Azwar

Pemimpin Redaksi Portal Berita sumbarsatu.com. Selain dikenal sebagai jurnalis, ia juga seorang kritikus seni dan pengamat kebudayaan. Tulisannya dimuat di berbagai media di indonesia.

Nasrul Azwar
Liputan

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin

Indra Arifin resmi meraih gelar doktor seni termuda di ISI Padang Panjang pada usia 33 tahun dengan predikat cumlaude. Melalui karya disertasi berjudul “Tarekat Bunyi”, ia mengeksplorasi dimensi spiritualitas musik tarekat Minangkabau. Karya ini menawarkan metode malalu yang meleburkan batas antara bunyi, tubuh, dan kesadaran dalam penciptaan karya seni kontemporer.

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin Selengkapnya

Esai

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann

Membedah empat pertunjukan teater Sumatera Barat 2024-2025 melalui lensa dramaturgi pascadramatik Kai Tuchmann. Dari Sabai in Kaba hingga Indomiiii Rasa Rendang, Nasrul Azwar menganalisis bagaimana seniman lokal merespons estetika global tanpa kehilangan akar tradisi Minangkabau dalam lanskap seni pertunjukan kontemporer yang hibrid dan politis.

Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramatik Kai Tuchmann Selengkapnya

Esai

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta

Delapan tahun berdiri, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat dinilai berjalan tanpa peta jalan yang jelas dan kehilangan visi sebagai arsitek kebudayaan. Terjebak dalam rutinitas seremonial, ketergantungan dana pokir, dan infrastruktur yang mangkrak, ekosistem seni pun kehilangan arah. Simak kritik tajam Nasrul Azwar tentang urgensi evaluasi menyeluruh.

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta Selengkapnya

Scroll to Top