Author name: Sudarmoko

Seorang dosen Universitas Andalas sekaligus peneliti sastra dan kebudayaan yang aktif menulis di berbagai buku dan jurnal internasional.

Pusaka Sastra

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah

Mengulik kisah Maisir Thaib dalam ‘Menempuh Tujuh Penjara’. Dari penulis roman propaganda Leider Mr. Semangat yang membuat Belanda gerah, hingga polemik Oestaz A. Masjoek. Sebuah autobiografi penting yang merekam jejak pergerakan, sejarah pendidikan, dan dinamika sosial-politik Sumatera Barat yang menyeret penulisnya ke balik jeruji Sukamiskin.

Menempuh Tujuh Penjara: Autobiografi sebagai Sumber Sejarah Selengkapnya

Pusaka Sastra

Batin Lima Penyair

Mengulas kembali antologi puisi “Batin Lima Penyair” terbitan Yayasan Taraju (1996). Buku ini merekam jejak kreatif lima penyair Sumatera Barat saat ajang Temu Penyair Abad 21. Setelah tiga dekade, bagaimana eksistensi mereka? Sebuah dokumentasi sastra daerah yang penting untuk dibaca ulang.

Batin Lima Penyair Selengkapnya

Pusaka Sastra

Perdebatan Soal Kerudung di Minangkabau dan Indonesia

Buku Soal Kekoedoeng (1941) karya Hoesein Bafaqih mengupas polemik panjang hukum hijab. Bafaqih berani menafsirkan ulang soal penutup aurat, berpandangan bahwa hijab itu sunnah, dan membuka ruang diskusi. Penerbitan di Bukittinggi ini memicu kritik keras dari ulama Minangkabau, yang menurut Hamka bisa meruntuhkan “benteng adat dan goyang pagar agama.”

Perdebatan Soal Kerudung di Minangkabau dan Indonesia Selengkapnya

Pusaka Sastra

Cerita Detektif dan Pesan Perjuangan dalam Roman Indonesia

Berlatar Medan era 40-an, roman detektif “Gagak Hitam Menjoesoel” menyoroti nasib Siti Zahari yang terjerat lintah darat akibat buta huruf. Kisah ini tak sekadar aksi heroik Gagak Hitam menyelamatkan gadis yang akan dijadikan pelunasan hutang, tapi juga kritik tajam Decha terhadap eksploitasi sosial dan pentingnya pendidikan bagi rakyat jelata.

Cerita Detektif dan Pesan Perjuangan dalam Roman Indonesia Selengkapnya

Scroll to Top