Liputan

Liputan

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca

Apresiasi Sastra (Apsas) 2026 kembali hadir sebagai ruang “underground” yang mendobrak sekat antara pengarang dan pembaca. Bertempat di Bantul, kolaborasi bersama Radio Buku ini membahas sepuluh karya pilihan—mulai dari puisi hingga novel terjemahan—membuktikan bahwa di tengah arus digitalisasi, kecintaan pada literasi tetap menyala tanpa perlu menjadi elit.

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca Selengkapnya

Liputan

Baca Di Tebet, Perpustakaan dan Ruang Temu Demi Kemerdekaan Berpikir

Baca Di Tebet hadir sebagai oase literasi modern di Jakarta Selatan yang menggabungkan konsep perpustakaan dan ruang temu yang nyaman. Didirikan oleh Kanti W Janis dan Wien Muldian, tempat ini menyimpan lebih dari 27.000 koleksi buku berkualitas. Tak sekadar tempat membaca, ia menjadi wadah merawat pengetahuan, kreativitas, dan kemerdekaan berpikir bagi kaum literat.

Baca Di Tebet, Perpustakaan dan Ruang Temu Demi Kemerdekaan Berpikir Selengkapnya

Liputan

West Sumatera Visual Art Exhibitions: Hulu Sebagai Cara Berpikir dan Sumber Penciptaan 

West Sumatera Visual Art Exhibitions hadir dengan tema “Hulu” sebagai respon kontemplatif terhadap krisis ekologi dan bencana alam yang melanda Sumatera Barat. Lewat instalasi memukau dan lukisan kritis, para perupa mempertanyakan kembali arah ekosistem seni rupa lokal yang dinilai sibuk bergerak namun kehilangan orientasi tujuan.

West Sumatera Visual Art Exhibitions: Hulu Sebagai Cara Berpikir dan Sumber Penciptaan  Selengkapnya

Liputan

Sinai dan Gunung-gunung Kecil yang Menyelinap Itu

Perjalanan ke Sinai dimulai dari Biara Santa Katarina, menyimpan manuskrip kuno. Pendakian bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan menyerap sejarah panjang rahib, kartografer, dan peziarah. Puncak Sinai menyajikan kerukunan: masjid dan gereja berdampingan, tempat para peziarah lintas latar berdialog dengan waktu. Sinai mengajarkan kesadaran tentang langkah, napas, dan kerendahan diri.

Sinai dan Gunung-gunung Kecil yang Menyelinap Itu Selengkapnya

Liputan

Ke Aleksandria, Teringat Sriwijaya

Perpustakaan Aleksandria kuno lenyap bukan karena perintah tunggal, melainkan akumulasi perang dan kelalaian. Penulis merenungi ironi ini saat melakukan perjalanan, menghubungkan kehilangan fisik Aleksandria dengan Sriwijaya, dua peradaban besar yang jejak fisiknya kini tercerai, namun gagasan dan pengaruhnya tetap hidup dalam ingatan, ilmu, dan kehidupan kota masa kini.

Ke Aleksandria, Teringat Sriwijaya Selengkapnya

Liputan

PPF 2025: Perpuisian Indonesia dalam “Harap dan Cemas”

Diskusi Dewan Juri PPF 2025 mengungkap “Harap dan Cemas” perpuisian Indonesia: potensi media baru vs. risiko standar “mana-suka”. Dari 108 manuskrip, juri menyoroti kurangnya inovasi dan keterampilan berbahasa meski ada pemanfaatan idiom teknologi. PPF berupaya meningkatkan mutu penyair melalui program mentoring intensif untuk para pemenang.

PPF 2025: Perpuisian Indonesia dalam “Harap dan Cemas” Selengkapnya

Liputan

PPF 2025 Menggali Dunia-dunia yang Ada di Dalam Puisi

PPF 2025 di Payakumbuh sukses besar dengan tema “Antardunia Dalam Puisi,” menggali khazanah puisi tradisional Minangkabau hingga lanskap perpuisian modern. Festival ini menampilkan kolaborasi apik Namal Siddiqui (Pakistan) dan musisi lokal, serta workshop penulisan puisi dan alih wahana sound serta visual poetry. Acara ini membuktikan bahwa puisi tak hanya teks, tapi juga ruang belajar yang luas untuk generasi muda.

PPF 2025 Menggali Dunia-dunia yang Ada di Dalam Puisi Selengkapnya

Liputan

Ipie, Deli, Kuli, dan Pedagogi

SD Negeri 101878 di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, dulunya adalah Sekolah Deli Maatschappij. Sekolah ini menyimpan kisah sejarah di mana Bapak Republik Indonesia, Tan Malaka, pernah mengajar. Meski arsitektur kolonialnya telah mengalami perubahan, pihak sekolah berjuang meminta penetapan bangunan ini sebagai cagar budaya untuk terus menjaga warisan kisah sang pendidik.

Ipie, Deli, Kuli, dan Pedagogi Selengkapnya

Liputan

Workshop Sound Poetry dan Visual Poetry: Tona Energetik dalam Alih Wahana Puisi

Workshop Sound Poetry dan Visual Poetry di Padang membawa puisi keluar dari kerangkeng kata. Peserta diajak meditasi sonik oleh Aldo Ahmad untuk merespons alam, menemukan bunyi primordial. Sementara Donny Eros menantang peserta Visual Poetry untuk menjaga rasa dan imajinasi kata-kata agar tidak hilang saat dialihwahanakan menjadi objek visual yang sugestif.

Workshop Sound Poetry dan Visual Poetry: Tona Energetik dalam Alih Wahana Puisi Selengkapnya

Liputan

Diskusi Bersama Kai Tuchmann: Antara Simarantang dan Postdramatik

Diskusi langka di Padang: Dramaturg kelas dunia Kai Tuchmann bersama seniman lokal mengupas tuntas Teori Teater Postdramatik. Kai menyebutnya “cara berpikir” yang membawa pergeseran dari fiksi ke realitas faktual di panggung. Seniman lokal bahkan berpendapat masyarakat Indonesia telah berpikir Postdramatik melalui teater rakyat seperti simarantang sebelum istilah itu muncul.

Diskusi Bersama Kai Tuchmann: Antara Simarantang dan Postdramatik Selengkapnya

Scroll to Top