Liputan

Liputan

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin

Indra Arifin resmi meraih gelar doktor seni termuda di ISI Padang Panjang pada usia 33 tahun dengan predikat cumlaude. Melalui karya disertasi berjudul “Tarekat Bunyi”, ia mengeksplorasi dimensi spiritualitas musik tarekat Minangkabau. Karya ini menawarkan metode malalu yang meleburkan batas antara bunyi, tubuh, dan kesadaran dalam penciptaan karya seni kontemporer.

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin Selengkapnya

Liputan

Merangkum Nada, Kata, Rasa, dan Wajah di Galeri Antik Medan

Berawal dari semangat Literacy Coffee, Galeri Antik Medan kini hadir di Jalan HM. Joni sebagai oase kreatif warga Medan. Dikelola oleh Jhon beserta Lusi, tempat ini bukan sekadar toko buku alternatif bersistem sewa, melainkan juga surga koleksi ribuan kaset, kedai kopi, dan ruang berekspresi bagi para pencinta ragam karya seni.

Merangkum Nada, Kata, Rasa, dan Wajah di Galeri Antik Medan Selengkapnya

Liputan

Tato Mentawai Reborn

Tato tradisional Mentawai yang dahulu dilarang dan nyaris punah, kini bangkit kembali. Digerakkan oleh generasi muda seperti Bajak Letcu, seni rajah tubuh ini tak lagi dianggap tabu. Tato kini kembali diakui bukan sekadar hiasan fisik, melainkan murni sebagai simbol identitas, kebanggaan, dan warisan leluhur masyarakat Mentawai yang harus terus dilestarikan.

Tato Mentawai Reborn Selengkapnya

Liputan

Menyambangi Jembatan Setan

Tersembunyi di Ngarai Schöllenen, Swiss, Jembatan Setan atau Teufelsbrücke menawarkan pesona alam Alpen yang spektakuler sekaligus jejak sejarah yang amat panjang. Dinamai berdasarkan legenda mistis tentang perjanjian penduduk setempat dengan Iblis pada abad ke-13, jembatan batu kuno ini menjadi keajaiban arsitektur yang memukau pelancong di tengah gagahnya dinding tebing granit.

Menyambangi Jembatan Setan Selengkapnya

Liputan

Spektakel Lidah Gen Z di Medan: Memahami Rempah dengan Pendekatan Performatif

Acara Spektakel Lidah Gen Z di Medan mengajak generasi muda keluar dari amnesia sejarah dengan memaknai kembali kekayaan rempah Nusantara. Melalui lokakarya proses kreatif bersama S. Metron Masdison dan pendekatan performatif digital gagasan Annisa Rengganis, rempah tidak lagi sekadar bumbu dapur, melainkan sumber inspirasi karya seni dan identitas budaya modern.

Spektakel Lidah Gen Z di Medan: Memahami Rempah dengan Pendekatan Performatif Selengkapnya

Liputan

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai

Artikel ini mengenang kisah heroik Aman Laulau, seorang sikerei terkemuka dari Butui, Kepulauan Mentawai. Pada era 1980-an, ia dengan berani melawan diskriminasi dan upaya pemberangusan budaya lokal, Arat Sabulungan, oleh aparat. Bersama fotografer Charles Lindsay, ia berhasil menemui Gubernur Sumatera Barat untuk menghentikan pelarangan tersebut dan menyelamatkan warisan budaya leluhurnya.

Mengenang Aman Laulau, Sikerei yang Memperjuangkan Umanya dan Budaya Mentawai Selengkapnya

Liputan

Jalan yang Selalu Lapar

Catatan perjalanan ini merekam realitas pahit masyarakat adat Talang Mamak di Riau yang terdesak oleh masifnya ekspansi perkebunan kelapa sawit. Hutan ulayat dan sungai sumber kehidupan mereka kini perlahan lenyap, berganti menjadi hamparan sawit dan infrastruktur semu yang justru menyengsarakan kehidupan serta mengancam tradisi leluhur mereka.

Jalan yang Selalu Lapar Selengkapnya

Liputan

Kapsul Waktu Nusantara, Destinasi Nostalgia yang Penuh Cerita dan Sarat Makna

Galeri Kapsul Waktu Nusantara di Kota Padang menghadirkan ruang nostalgia yang membangkitkan memori kolektif pengunjungnya. Digagas oleh Rivaldo Ferdian, destinasi ini memamerkan ribuan kemasan produk jadul dari era 1960-an hingga 1990-an. Keunikannya berhasil menarik wisatawan dari berbagai provinsi hingga mancanegara.

Kapsul Waktu Nusantara, Destinasi Nostalgia yang Penuh Cerita dan Sarat Makna Selengkapnya

Liputan

Rumah-Rumah Kertas di Yogyakarta (2): JBS dan KK Book Rental Tetap Melaju di Pasar Buku

Menjelajahi “rumah kertas” di Yogyakarta, liputan ini mengupas dedikasi dua pegiat literasi. Indrian Koto mengelola Jual Buku Sastra (JBS) untuk memasarkan dan menerbitkan karya-karya indie. Di sisi lain, Teddy konsisten mempertahankan KK Book Rental sejak era 1990-an meski digempur kemajuan internet dan arus digitalisasi.

Rumah-Rumah Kertas di Yogyakarta (2): JBS dan KK Book Rental Tetap Melaju di Pasar Buku Selengkapnya

Scroll to Top