Liputan

Nanda Wirawan, Menenun Makna dan Revitalisasi Songket Tuo Minangkabau

Mengulik kisah Nanda Wirawan dan Studio Wastra Pinankabu dalam merevitalisasi songket tuo Minangkabau. Bukan sekadar kain, bagi Nanda, songket adalah manuskrip budaya yang penuh makna filosofis dan cerita daur hidup. Simak dedikasi mereka menjaga warisan tekstil leluhur melalui teknik tenun tradisional dan pewarna alami.

Nanda Wirawan, Menenun Makna dan Revitalisasi Songket Tuo Minangkabau Selengkapnya

Esai

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta

Delapan tahun berdiri, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat dinilai berjalan tanpa peta jalan yang jelas dan kehilangan visi sebagai arsitek kebudayaan. Terjebak dalam rutinitas seremonial, ketergantungan dana pokir, dan infrastruktur yang mangkrak, ekosistem seni pun kehilangan arah. Simak kritik tajam Nasrul Azwar tentang urgensi evaluasi menyeluruh.

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta Selengkapnya

Cerpen

Hari Menjelang Kematian

Pagi itu sunyi terasa berbeda saat Arsy menemani Ibu Raras yang duduk mematung di teras. Sang Ibu menceritakan mimpi ganjil tentang bayangan yang menjemput, sebuah isyarat perpisahan yang nyata. Dalam hening, Arsy menerima pesan terakhir untuk tetap hidup sebelum separuh dunianya benar-benar pergi selamanya.

Hari Menjelang Kematian Selengkapnya

Pusaka Sastra

Batin Lima Penyair

Mengulas kembali antologi puisi “Batin Lima Penyair” terbitan Yayasan Taraju (1996). Buku ini merekam jejak kreatif lima penyair Sumatera Barat saat ajang Temu Penyair Abad 21. Setelah tiga dekade, bagaimana eksistensi mereka? Sebuah dokumentasi sastra daerah yang penting untuk dibaca ulang.

Batin Lima Penyair Selengkapnya

Liputan

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca

Apresiasi Sastra (Apsas) 2026 kembali hadir sebagai ruang “underground” yang mendobrak sekat antara pengarang dan pembaca. Bertempat di Bantul, kolaborasi bersama Radio Buku ini membahas sepuluh karya pilihan—mulai dari puisi hingga novel terjemahan—membuktikan bahwa di tengah arus digitalisasi, kecintaan pada literasi tetap menyala tanpa perlu menjadi elit.

Apsas Dua Dekade Lebih: Jalan yang Memulangkan Suara untuk Pembaca Selengkapnya

Esai

Membaca Fiksi, Mengenal Diri: Kisah Orang Asing dan Keanehan Sastra

Esai ini mengeksplorasi hubungan unik antara sosok orang asing dan dunia fiksi. Keduanya memicu rasa ingin tahu sekaligus kecurigaan, memaksa kita membedakan fakta dari kepalsuan. Melalui karakter asing, fiksi tidak hanya bercerita, tetapi juga menjadi cermin yang menantang persepsi dan berpotensi mengubah cara kita memandang diri sendiri.

Membaca Fiksi, Mengenal Diri: Kisah Orang Asing dan Keanehan Sastra Selengkapnya

Scroll to Top